oleh

Unri Suluh Dampak Pencemaran Limbah Plastik Bagi Ekosistem Mangrove di Dumai

PEKANBARU – Dua dosen Marine Science Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (FPK Unri), pekan lalu memberikan penyuluhan tentang dampak pencemaran limbah plastik terhadap ekosistem mangrove di Dumai, Provinsi Riau.

Kedua dosen tersebut adalah Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil dan Dr Mubarak MSi. Penyuluhan diberikan kepada 25 anggota kelompok Pencinta Alam Bahari, Sekolah Pantai Indonesia, dan masyarakat Pangkalan Sesai.

Menurut Sofyan, penyuluhan itu diadakan karena Kelurahan Pangkalan Sesai yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai, merupakan kawasan wisata mangrove yang berkembang saat ini.

“Pemahaman masyarakat dan pengunjung kawasan itu tentang dampak negatif sampah masih rendah. Sebab, mereka sering membuang sampah plastik sembarangan,” bebernya.

Di samping itu, sebutnya, sampah plastik yang mengalir dari sungai Dumai juga menambah tumpukan sampah plastik di sekitar ekosistem mangrove di daerah obyek wisata.

Baca Juga  Camat Kulim Marzali: Harap MTQ ke-53 Dapat Menumbuhkan Rasa Kecintaan terhadap Alquran

“Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya fungsi ekosistem mangrove, masyarakat tempatan perlu disuluh.”

Ini perlu untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan mangrove akibat pembuangan sampah plastik secara sembarangan ke wilayah perairan pantai, jelas Sofyan. Sebab, akan menghalangi perkembangan anakan mangrove yang tertutup plastik.

Kegiatan ini, lanjutnya, adalah salah satu bentuk pengabdian Universitas Riau kepada masyarakat. Secara khusus penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya tumpukan sampah plastik di perairan pantai, khususnya pada ekosistem mangrove di Pangkalan Sesai.

Baca Juga  Ini Dia Solusi Cerdas PLN Icon Plus untuk Energi Listrik Ramah Lingkungan

Selain itu, dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat Pangkalan Sesai tentang bagaimana cara pengelolaan sampah plastik menjadi produk-produk yang bermanfaat terhadap kebutuhan sehari-hari, dan menginisiasi pembentukan kelompok pengelolaan sampah seperti Bank Sampah di daerah itu. (nb)

News Feed