PEKANBARU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, Ahad (12/9/2021).
Dalam kesempatan itu, Menparekraf diajak oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di daerah ini. Antara lain, dengan mendatangi Desa Koto Masjid di Kabupaten Kampar.
“Di Kampar ini termasuk banyak lokasi wisata alam nya, seperti Sungai Subayang. Pak Menteri harus sampai ke sana, karena wisata alam di sana sangat luar biasa,” kata Gubri saat mendampingi kunjungan Menparekraf ke Kabupaten Kampar.
Selain di Kabupaten Kampar, lanjut Gubri, lokasi wisata alam lainnya di Riau juga tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota lainnya. Karena itu, pihaknya berharap dukungan Menparekraf untuk memromosikan lokasi wisata tersebut.
“Kami sangat mengharapkan dukungan pak menteri untuk ikut mempromosikan wisata yang ada di Riau,” harapnya.
Dengan adanya bantuan promosi tersebut, diharapkan obyek wisata yang ada di Riau tersebut akan banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Apalagi, Provinsi Riau berbatasan langsung dengan negara Malaysia. “Kalau di Kepri atau pulau Bintan yang berseberangan dengan Singapura, sedangkan di Riau ada Pulau Rupat yang berseberangan langsung dengan Malaysia,” ujar Gubri.
Kehadiran Menparekraf Sandi di Desa Koto Masjid memberikan berkah tersendiri bagi Riau. Pasalnya, desa yang dijuluki Kampung Patin itu, masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Lantaran anugerah itu, Gubernur Riau Syamsuar dan Bupati Kampar Catur Sugeng menerima penghargaan sebagai pembina desa wisata dari Menparekraf, saat acara ADWI 2021 berlangsung di Puncak Kompe, Kabupaten Kampar, Riau, Ahad (12/9/2021).
“Ini ada 1.831 desa wisata yang mendaftar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Hari ini, alhamdulillah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau masuk 50 Desa wisata terbaik. Ini adalah simbol kebangkitan ekonomi nasional. Saya berharap agar bisa membuka niat masyarakat untuk mencintai wisata lokal, khususnya yang ada di Riau,” ujar Sandi.
Lebih lanjut, saat meninjau pesona pemandangan Puncak Kompe, Sandiaga mengajak seluruh wisatawan untuk menikmati indahnya Puncak Kompe.
Ia bersama Gubernur Riau Syamsuar dan Bupati Kampar Catur Sugeng, mengagumi indahnya pulau-pulau kecil di atas hamparan danau yang mirip Raja Ampat di Papua.
“Mari kita cintai destinasi-destinasi wisata kita, termasuk di Riau. Tidak perlu keluar negeri karena kalau kangen Raja Ampat bisa ke Kampar,” ajak Sandi.
Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar merasa bahagia dengan ditetapkannya Desa Koto Wisata Masjid masuk dalam ajang ADWI 2021, setelah bersaing dengan ribuan desa dari 34 provinsi di Indonesia.
Gubernur Riau menyebut tidak hanya di Desa Wisata Koto Masjid wisata alam bisa dikunjungi. Namun, masih banyak wisata alam lainnya yang ada di Riau yang indah memesona.
“Kami bahagia sekali dengan hadirnya Menparekraf yang bisa melihat obyek wisata di Riau secara langsung. Ini sangat luar biasa, anak putra yang lahir Riau bisa memromosikan wisata di kampungnya. Kami berharap dukungan Menteri. Desa wisata ini, bisa menarik wisatawan dalam negeri dan manca negara,” sebut Syamsuar.
Pada hari sama, Menteri Sandi berkesempatan mengunjungi gerai sentra budaya dan ekonomi kreatif di Balai Adat Melayu (LAM) Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Menteri Sandi mengatakan bahwa setelah peresmian gerai sentra budaya dan ekonomi kreatif pada 3 Juli 2021 lalu, pihaknya baru bisa berkunjung ke Balai LAM pada hari ini.
“Alhamdulilah, pada hari ini saya bisa melihat secara langsung gerai sentra budaya dan ekonomi kreatif melayu bertempat di Balai LAM Riau,” ungkap Sandi. (adv)


