PEKANBARU – Perekonomian Kota Pekanbaru ternyata masih digerakkan oleh dana pemerintah, bukan investasi seperti yang diharapkan. Kondisi seperti ini tak hanya terjadi di Pekanbaru saja tapi juga seluruh Indonesia.
“Di awal tahun, saya mengadakan kegiatan ekonomi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Pekan lalu, kegiatan ini diadakan di pusat perbelanjaan SKA, Mal Pekanbaru, dan Mal Ciputra,” kata Walikota Pekanbaru Firdaus, Minggu (14/3).
Di sela-sela kegiatan itu para manajer mal menyampaikan bahwa perekonomian Pekanbaru membaik di bulan November dan Desember 2020. Perekenomian Pekanbaru amblas lagi pada Januari dan Februari serta Maret 2021.
“Pada awal tahun anggaran ini, tak hanya daerah tapi juga nasional mengalami kondisi seperti ini. Perekonomian kita masih digerakkan oleh dana pemerintah. Perekonomian belum digerakkan oleh investasi,” ungkapnya.
Bila dana pemerintah belum digelontorkan, maka ekonomi lesu. Memang pada bulan Januari dan Februari, dana yang bersumber dari APBN dan APBD belum bisa digunakan.
Karena, ada proses administrasi yang mesti dibenahi dalam perubahan-perubahan. Kemungkinan, APBD dan APBN bisa digunakan akhir Maret ini.
“Mudah-mudahan aktivitas perdagangan akan tumbuh dan berkembang lagi,” harap Firdaus, dilansir dari pekanbaru.go.id.
Ekonomi daerah masih digerakkan oleh dana pemerintah. Atas kondisi itu, para kepala daerah diperintahkan oleh presiden agar segera menyelesaikan proses administrasi. Sehingga, APBD bisa segera digunakan.
“Agar ekonomi dapat tumbuh dan bergerak. Ini kerjanya para sekretaris daerah. Mudah-mudahan dengan bergeraknya dana pemerintah, ekonomi akan bisa tumbuh dan berkembang,” tutur Firdaus. (*/cr1)








