oleh

Masyarakat Pekanbaru Marah, Hampir Dua Tahun Jalan Karet Rusak Parah Akibat Proyek IPAL Adhi Karya

PEKANBARU – Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas dan beraktivitas di Jalan Dr. Leimena/Karet Kota Pekanbaru sudah hampir dua tahun memendam amarah, lantaran jalan yang berada di kawasan China Town itu rusak parah akibat proyek IPAL SC3/NC (North Catchment) yang lagi dikerjakan PT. Adhi Karya-Jaya Konstruksi (KSO).

“Sudah hampir dua tahun pemasangan pipa IPAL (instalasi pembuangan air limbah) di Jalan Dr. Leimana/Karet selesai, tapi belum juga diaspal kembali oleh kontraktornya, Adhi-Jaya Konstruksi,” kesal H. Syamsul Rakan Chaniago, SH, MH, kepada riausatu.com, Senin (17/10/2022).

Mantan Hakim Agung Tipikor itu pantas kesal karena setelah masa pemadatan tiga atau empat bulan, setahu dia, pihak Adhi-Jaya Konstruksi wajib mengembalikan kondisi jalan seperti sediakala, termasuk mengaspal kembali jalan-jalan yang hancur akibat proyek IPAL.

“Coba lihat kondisi Jalan Dr. Leimana/Karet dll sekarang, memprihatinkan, sangat mengganggu masyarakat yang beraktivitas dan melintas di sana. Ada apa ini, apa mesti menunggu masyarakat bereaksi baru diaspal kembali,” sebut Syamsul Rakan Chaniago, yang acap sarapan dan ngopi di kedai kopi di kawasan Jalan Dr. Leimana/Karet.

Baca Juga  DPKP Kerahkan 6 Mobil Pemadam Kebakaran

Pantauan media siber ini, saking kesalnya dengan kondisi Jalan Dr. Leimena/Karet terlihat rusak parah dan berlubang di sana sini, tiang rambu tanda larangan masuk (verboden) di simpang Jalan Syam Ratulangi kalau mau ke Jalan Dr. Leimena/Karet pun sudah dicabut masyarakat. Padahal, sebelumnya Jalan Dr. Leimana/Karet hanya bisa masuk satu arah dari Jalan Ir. Juanda.

Baca Juga  Update Corona Riau 20 Oktober: Tambah 16, Sembuh 14, Wafat 1

Ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Senin (17/0/2022), Sucipto, Humas Adhi-Jaya Konstruksi yang mengerjakan Paket IPAL SC3/NC senilai Rp274,8 miliar itu mengatakan, pengaspalan kembali Jalan Dr. Leimena/Karet akan dilakukan pada 1 November 2022.

“Mohon maaf atas ketidak-nyamanannya bang. Ini bukan kita sengajakan untuk memperlambat. Tapi, ada prosedur dan kendala di teknis pekerjaannya,” kilah Sucipto. (nb)

News Feed