oleh

Rumah Sakit Lapangan Dinonaktifkan di Kota Bogor

Bogor – Pemerintah Kota Bogor menonaktifkan Rumah Sakit Lapangan di Kompleks GOR Pajajaran karena kasus penularan Covid-19 sudah menurun sehingga tidak ada lagi pasien yang membutuhkan pelayanan di rumah sakit lapangan tersebut.

“Rumah Sakit Lapangan dinonaktifkan mulai hari ini. Pasiennya sudah tidak ada lagi,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Senin.

Ia menginstruksikan aparat pemerintah kota untuk meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan guna mencegah peningkatan penularan virus corona.

Baca Juga  Untuk 53 Kru KRI Nanggala-402, Gus Ipul Ajak ASN Pemkot Pasuruan Salat Gaib

“Jangan sampai karena karena ada kelonggaran pada bulan Ramadhan dan Lebaran terjadi lagi lonjakan kasus COVID-19. Jangan sampai lengah dan kecolongan,” katanya.

Wali Kota mengatakan bahwa pengaktifan kembali Rumah Sakit Lapangan akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

“Akan diaktifkan lagi atau tidak tergantung pada kebutuhannya. Kita harapkan bersama tidak ada lonjakan lagi sehingga tidak perlu diaktifkan lagi,” katanya.

Baca Juga  Menko PMK Ajak Semua Masyarakat Berdoa Khusyuk Untuk Korban ABK KRI Nanggala 402

Bima menjelaskan, Rumah Sakit Lapangan dioperasikan mulai 18 Januari 2021 karena pada waktu itu kebutuhan tempat perawatan pasien Covid-19 meningkat.

“Sekarang kasusnya sudah menurun drastis. Tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di rumah sakit rujukan juga sudah menurun drastis,” katanya.

Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia, ia mengatakan, ambang batas tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR) untuk pasien Covid-19 di rumah sakit 60 persen.

Baca Juga  Skor Kacamata di Anfield

“Saat ini BOR di Kota Bogor hanya sekitar 30 persen sehingga RS Lapangan kebutuhannya tidak ada lagi,” katanya.

Sejak dioperasikan pada 18 Januari hingga 17 April 2021, menurut dia, Rumah Sakit Lapangan merawat sebanyak 346 pasien Covid-19 dengan perincian 288 orang sudah dinyatakan sembuh, 35 orang dirujuk ke rumah sakit umum daerah, dan delapan orang melanjutkan karantina secara mandiri di rumah masing-masing. (*/cr9)

Sumber: Riau.antaranews.com

News Feed