oleh

Pemuda Pancasila Riau Apresiasi Kejaksaan Agung Tetapkan Komisaris Wilmar Tersangka

PEKANBARU – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Riau mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung RI yang menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) dan tiga pihak swasta sebagai tersangka.

Kejaksaan Agung menetapkan IWW bersama tiga orang pihak swasta yakni Master Parulian Tumanggor (MPT) Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA (SMA) Senior Manager PT Permata Hijau, dan Pierre Togar Sitanggang (PTS) Manajer Affair PT Musim Mas.

“Kami memberikan dukungan dan apresiasi tinggi atas kinerja penegakan hukum oleh Kejaksaan Agung dalam kasus yang sangat merugikan perekonomian Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” kata Wakil Ketua MPW PP Riau, M Nasir Day SH MH, kepada media siber ini di Pekanbaru, Rabu (20/4/2022).

Menurutnya, ditetapkannya oknum pejabat di Kemendag dan pihak petinggi perusahaan swasta sebagai tersangka membuktikan Kejaksaan telah bekerja profesional, terukur, dan progresif, serta yang tidak kalah pentingnya bernyali dan berani.

Baca Juga  Kasus Dugaan 'Illegal Mining' di Rokan Hilir Riau, PT Rifansi Dwi Putra Dilaporkan ke KPK

“Palu godam” Kejaksaan Agung ini, tegas mantan Direktur BUMD Riau ini, jelas tidak main-main karena yang menjadi tersangka adalah para petinggi Kementerian Perdagangan dan petinggi perusahaan swasta level nasional.

Dalam kesempatan itu, dia berpendapat bahwa Pemerintah Provinsi Riau hanya kamuflase menangani kelangkaan minyak goreng di Negeri Lancang Kuning seperti yang disampakan ketika berkunjung ke pabrik Wilmar di Dumai beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Ini Dia Bukti-bukti Dugaan Penyelewengan HGU 8 Perusahaan PT SDG Milik Martias Fangiono yang Dilaporkan ke Kejagung

PT Wilmar Nabati Indonesia, tukasnya, tidak mempunyai sense of responsibility, tidak memenuhi kebijakan DMO (domestic market obligation) dan DPO (domestic price obligation) terhadap rakyat Riau. ‘’Jadi wajar bila masyarakat Riau melakukan demo ke pabrik Wilmar di Dumai,’’ pungkas Nasir Day. (nb)

News Feed