oleh

Terjauh 1,8 Kilometer, 6 Kali Awan Panas Guguran Keluar dari Gunung Merapi

Jogja – Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus berlangsung. Selain lava yang terus keluar, sempat teramati juga awan panas guguran.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, mengatakan pada periode pengamatan Selasa (20/4/2021) pukul 00.00 WIB – 24.00 WIB teramati sejumlah awan panas guguran. Awan panas tersebut masih mengarah ke barat daya.

“Teramati 6 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya,” kata Hanik dalam keterangan tertulisnya.

Selain awan panas guguran ada juga guguran lava yang masih terus keluar. Teramati juga arah luncuran lava itu masih mengarah ke barat daya.

Baca Juga  Ada 504 Warga Kota Bengkulu Terpapar Covid-19 Sepanjang April

“Teramati 27 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya,” ucapnya.

Sejumlah kegempaan juga terus terjadi dari Gunung Merapi. Tercatat ada kegempaan guguran sebanyak 173 kali, hembusan 1 kali, serta hybrid atau fase banyak sejumlah 7 kali.

Sementara itu pada periode pengamatan Rabu (21/4/2021) selama 6 jam atau tepatnya pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB, Gunung Merapi juga telah menunjukkan aktivitasnya. Terbukti dari guguran lava yang muncul mengarah ke barat daya.

“Teramati 11 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 900 meter ke arah barat daya,” ujarnya.

Baca Juga  Waduh! Pemerhati Lingkungan Ini Sebut Amdal PT Diamond Raya Timber Tak Jelas

Tercatat juga sejumlah kegempaan di antaranya kegempaan guguran sejumlah 25 kali serta dan hybrid atau fase banyak sejumlah 3 kali.

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sementara potensi bahaya pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

“Untuk yang berada di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari,” imbuhnya.

Baca Juga  Update Corona Riau 18 Desember: Tambah 184 Kasus, 198 Sembuh, 9 Meninggal

Selain itu kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan sementara waktu.

Ditambah dengan imbauan kepada pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini.

Perlu diketahui juga hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III). Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

(*/cr4)

 

Sumber : jogja.suara.com

News Feed