KAMPAR – Sudah sepekan hujan deras terus mengguyur di wilayah Desa Tanjung Balam, Teratak Buluh, Kecamatan Siakhulu, Kabupaten Kampar, Riau. Akibatnya, sebanyak 190 rumah dari jumlah 284 rumah penduduk, terendam air dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Kepala Desa Tanjung Balam, Halim Hanafiah SIP saat dikonfirmasi siberindo.co mengaku hampir rata-rata rumah penduduk terendam air.
“Ketinggian air mencapai 1 meter” ujarnya kepada siberindo.co, Kamis sore (21/12/2023) melalui sambungan WhatsApp.
Ia juga menyebutkan bawauntuk akses jalan kendaraan masih bisa dilalui bagi kendaraan yang tinggi.
Ia juga menyebutkan, untuk tempat ibadah masjid, bagian belakang sudah dimasuki air.
Ditambahkan Kasi Pemerintahan Desa Tanjung Balam, Febri, jumlah dusun di desa Tanjung Balam ada 4, yang terdampak Banjir diantaranya dusun 1, 2 dan 3. Sedangkan dusun 4 masih belum terendam air.
“Untuk mata pencaharian masyarakat kami itu rata-rata petani. Akibat musibah banjir, mata pencaharian mereka seperti lahan pertanian sudah tidak ada lagi karena sudah terendam air,” katanya.
Febri berharap kepada piha manapun termasuk pemerintah agar bisa memberikan bantuan pangan atau obat-obatan bagi masyarakat Desa Tanjung Balam.
“Tahun 2015 lalu pernah juga Banjir dan lebih parah dari tahun 2019. Dan kita tidak tahu, tahun ini air makin meningkat karena namanya musibah, kita tidak tahu kapan terjadinya,” sebutnya.
Untuk warga yang telah mengungsi, lanjutnya, hampir 54 jiwa. Sedangkan yang masih bertahan dalam rumah lebih kurang 739 jiwa.(ift)








