oleh

Seorang Warga Hilang Tertimbun, Longsor Terjadi di Ampelgading Malang

Malang – Longsor terjadi di Desa Tamansari, Ampelgading, kabupaten Malang, Seorang warga hilang tertimbun longsor.

Korban bernama Sulis (35). Sulis hilang usai pamit mencari rumput. untuk mencari keberadaan Sulis, Kantor SAR Surabaya menerjunkan 1 tim operasi yang berisi tujuh orang.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan, tim ini dilengkapi dengan sejumlah peralatan SAR, diantaranya peralatan ekstrikasi, alkon hingga APD.

Wayan memaparkan sejumlah kendala dihadapi tim SAR gabungan. Misalnya kondisi tanah di sekitar area longsor yang masih labil, sehingga tim SAR sangat berhati-hati dalam melakukan pencarian.

Baca Juga  Sekolah Tatap Muka Digelar Hari Ini di Kota Malang, Wali Kota Malang Memantau Langsung

“Di Malang kita kirim satu tim untuk assessment, karena di sana masih ada pergerakan tanah takut ada longsoran baru, jadi kita lakukan antisipasi,” kata Wayan kepada detikcom di Surabaya, Kamis (22/4/2021).

Wayan menambahkan hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian. Tim operasi Kantor SAR Surabaya juga bergabung dengan sejumlah pihak di Malang Raya, diantaranya BPBD provinsi Jawa Timur, BPBD kabupaten Malang, Polsek Ampelgading, Koramil Ampelgading, MSR, hingga PMI.

Baca Juga  Tambah 55 Kasus Baru Covid-19, Klaster Ponpes di Kulon Progo

Dalam pencarian korban ini, tim SAR gabungan mengerahkan tiga SRU (Search and Rescue Unit). SRU 1 melakukan pencarian menggunakan peralatan manual di sektor A, SRU 2 melakukan pencarian menggunakan peralatan manual di sektor B, serta SRU 3 bertugas sebagai safety officer, yang melakukan pengawasan saat pencarian dilakukan.

Wayan menyebut kendala lain yang dihadapi tim SAR gabungan, yaitu tidak terdapat sumber air di sekitar lokasi longsor, sehingga tim SAR gabungan belum dapat menggunakan peralatan alkon. Selain itu, alat berat belum dapat masuk ke lokasi karena belum terdapat akses jalan.

Baca Juga  Total 42 Warga Terpapar, Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Jongke Tambah

“Hanya mobil kecil yang bisa masuk ke situ, karena aksesnya masuk jauh ke perkampungan,” ungkapnya.

Di kesempatan ini, Wayan berharap pihaknya bisa segera menemukan seorang korban yang hilang.

“Cuma satu orang yang hilang, mudah-mudahan nanti ada perkembangan dan korban bisa ketemu,” harapnya.

Longsor sendiri terjadi pada Rabu (21/4) sekitar pukul 13.45 WIB. (*/cr4)

 

Sumber : news.detik.com

News Feed