oleh

TNI AL Berupaya Untuk Mengevakuasi KRI Nanggala-402

JakartaTNI Angkatan Laut masih terus berupaya untuk mengevakuasi kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali.

“Pelaksanaan evakuasi di Laut Bali tetap dilaksanakan sampai sekarang,” kata Asisten Perencanaan dan Anggaran Kasal Laksda TNI Muhammad Ali, saat jumpa pers di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa.

Dia mengatakan, sejumlah KRI milik TNI AL masih disiagakan di lokasi pencarian guna melakukan evakuasi.

Baca Juga  Kodim Lamongan Gelar Salat Gaib untuk Kru KRI Nanggala-402

“Jadi sampai sekarang masih ada KRI kita, masih banyak di sana,” kata Ali.

Bahkan, lanjut dia, Kapal MV Swift Rescue milik Singapura masih berada di perairan Bali untuk membantu mengangkat badan kapal selam buatan Jerman tersebut.

Dalam proses pencarian dan evakuasi badan kapal selam, kata Ali, alat remote operation vehicle (ROV) berhasil mengangkut sejumlah barang dari lokasi tenggelamnya KRI Nanggala.

Baca Juga  Untuk 53 Kru KRI Nanggala-402, Gus Ipul Ajak ASN Pemkot Pasuruan Salat Gaib

“Itu hydrophone dari kapal selam KRI Nanggala kemudian beberapa foto yang diambil kemudian ditemukan torpedonya juga,” ujar Ali.

Dia menambahkan, tim evakuasi akan berusaha mengangkat bagian-bagian kecil, mengingat kemampuan ROV itu hanya bisa mengangkat maksimal 150 kg.

“Tapi, nanti kita koordinasikan agar bisa mengangkat yang lebih besar dari itu,” kata Ali.

Baca Juga  Negara Harus Hadir Memberi Perlindungan Terhadap Pers, Catatan Akhir Tahun 2021 PWI

Kapal selam buatan Jerman pada 1977 itu hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu (21/4).

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian besar-besaran, termasuk dengan mendatangkan bantuan dari luar negeri.

Pada Minggu (25/4), KRI Nanggala-402 dinyatakan berstatus subsunk (tenggelam) di kedalaman 838 meter, dan 53 awak KRI Nanggala dinyatakan gugur. (*/cr9)

Sumber : riau.antaranews.com

News Feed