oleh

Kini Warga Kota Jambi Bisa Update Data Covid-19 Lewat Sikoja

JAMBI – Dinas Kominfo Kota Jambi memiliki aplikasi data Covid-19, yang berguna memberikan informasi secara real time mengenai kasus Covid-19 di Kota Jambi.

Kadis Kominfo Kota Jambi, Nirwan mengatakan, beberapa waktu lalu aplikasi tersebut telah diluncurkan dan disandingkan dengan aplikasi Sikoja.

Per tanggal 29 April 2021 kemarin, terpantau dalam aplikasi tersebut zona hijau di Kota Jambi sebanyak 1.483 RT. Kemudian zona kuning sebanyak 180 RT dan zona orange sebanyak 6 RT serta zona merah 1 RT.

“Permasalahannya sebenarnya, kadang orang takut orang tahu (positif Covid-19,red) karena dianggap aib. Jadi cenderung ditutup-tutupi,” sebutnya.

Baca Juga  Halal bi Halal Pengurus Nasional Pemuda Pancasila, La Nyalla Singgung Dekrit 5 Juli

Sehingga, lanjut Nirwan saat ini solusinya pihak rumah sakit juga akan dilatih, untuk dapat melakukan perbaharuan data kasus Covid-19.

Karena di dalam aplikasi tersebut bisa mengakses atau melihat laporan kasus di tiap Kecamatan, status zonasi tiap Kecamatan hingga status proses sembuh dan meninggal.

“Tetapi untuk mengaksesnya tidak semua masyarakat bisa, itu ada kode tertentu,” terang Nirwan.

Lebih lanjut, data pada aplikasi tersebut dapat berubah kapan pun saja. “Semoga dengan adanya aplikasi ini bisa membantu dalam mengupdate kasus covod-19 di Kota Jambi,” jelas Nirwan.

Adapun yang masuk zona kuning di antaranya Kelurahan Buluran Kenali, Kelurahan Penyengat Rendah, Kelurahan Simpang IV Sipin Kecamatan Telanaipura. Lalu Kelurahan Tengah, Kecamatan Pelayangan. Kelurahan Sungai Asam dan Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar. Serta Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah.

Baca Juga  Pemko Beri Dana Zakat Tahap I Melalui Baznas Pekanbaru

Sedangkan zona orange di antarnya Kelurahan Buluran Kenali Kecamatan Telanaipura, Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Paal Merah, Kelurahan Mayang Mangurai Kecamatan Alam Barajo dan zona merah Kelurahan Payo Selincah Kecamatan Paal Merah.

Sementara sebelumnya, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, data penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Jambi tidak terlalu signifikan. Karena lebih banyak yang sembuh.

Adanya penambahan kasus di zona kuning dan zona orange kata Fasha, karena tim surveillance pada 28 Puskesmas di Kota Jambi berjalan. Dicontohkan Fasha, misal ada 1 ditemukan kasus positif, maka petugas langsung melakukan traking dan tracing. Diambil swab dan didapatkan ada tambahan yang positif.

Baca Juga  Leicester Kembali Gasak West Brom 3-0

“Ini keaktifan dan agresifnya surveillance kita dalam mentraking dan tracing,” katanya.

Cerita masalah covid ini kata Fasha, masyarakat sudah sangat paham seperti apa bahayanya. Namun memang masih ada masyarakat yang mengabaikan prokes dan intruksi dari pemerintah. “Dengan begitu kita harap masyarakat lebih disiplin lagi,” tukasnya. (*/cr1)

Sumber: jambione.com

News Feed