oleh

Why? Tokoh Masyarakat Riau Ini Kritik Pelaksanaan PPKM-4 di Kota Pekanbaru

PEKANBARU – Tokoh masyarakat Riau Viator Butar-butar mengktirik pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 4 di Pekanbaru khususnya, dan di Provinsi Riau umumnya.

Menurutnya, PPKM 4 yang dimaksudkan sebagai alat penekanan mobilitas, diikuti pengawasan kedisiplinan 3M dan percepatan 3T, sebutnya, malah dilaksanakan hanya dengan Surat Edaran dan penyekatan jalan.

‘’Saya melihat sendiri, para pedagang tanpa masker, warung atau kedai buka makan di tempat, pagi, siang, sore, dan malam,’’ kecam Viator, kepada media siber ini, barusan.

Menurutnya, tidak ada sosialisasi massif dan sistematik PPKM demi pengendalian Covid-19. ‘’Tindakan setengah-setengah seperti ini, hanya akan merugikan dan menyengsarakan masyarakat!,’’ tegas pengamat ekonomi Riau ini.

Baca Juga  Yudisium Akademik 2019 -2020 YPPB disiarkan secara live di kanal Youtube

‘’Bilang kepada Walikota Pekanbaru, PPKM-mu hanya menyengsarakan rakyat. Dewan kita, campakkan saja pin DPRD mu! Tak bisa melakukan tugas pengawasan eksekutif,’’ ketusnya.

Dia juga mengecam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 beberapa hari terakhir ini. Mestinya, vaksinasi digencarkan dan diperluas akses masyarakat. Jangan berjadwal seperti sekarang, menimbulkan kerumunan.

‘’Toh, dengan ketersediaan vaksin sekarang, puskesmas dan pos-pos vaksin yang ada, kalau perlu dibuka pos baru, mereka bisa melayani setiap harinya,’’ ungkap Viator.

Baca Juga  Riau Turun Sumbar Naik, Berikut Sebaran 5.280 Kasus Baru Corona RI pada 23 Mei

Berikan insentif besar. Jangan anggaran APBD malah diarahkan ke Tugu Roda Terbang atau proyek sejenisnya. ‘’Kalau kurang juga, tunda bayar gaji pejabat dan DPRD. Pengendalian Covid-19, harus satu-satunya prioritas.’’

Apa sebenarnya yang terjadi di Kota Pekanbaru, tanyanya. Apa benar keuangan Pemko Pekanbaru genting sejak 2020 gegara utang (tunda bayar) proyek mencapai Rp300-an miliar itu?

Dulu, beber Viator, waktu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk masker saja tak bisa dipenuhi Pemko Pekanbaru. Sembako nunggu Provinsi dan Pusat.

Sekarang PPKM-4, harusnya prioritas pengawasan 3M dan perluasan 3T serta percepatan vaksinasi. ‘’Ini malah penyekatan jalan yang menonjol dan menimbulkan kemacetan dan keresahan,’’ kecamnya lagi.

Baca Juga  Data Corona Riau 15 Desember: Kasus Baru Tambah 2, Sembuh 2

Maaf seribu maaf, ungkapnya, tanpa mengurangi rada hormat pribadi, apa pejabat di kota dan provinsi ini tidak ada yang mampu merencanakan kegiatan-kegiatan dengan baik? Atau tak punya sama sekali sumberdaya untuk pengendalian penyebaran Covid-19?

‘’Kalau ya…. Jangan malu minta bantuan masyarakat. Kasihan masyarakat, kasihan terlebih lebih nakes kita di garda depan. Benerrr, sedih kali saya mendengar si anu, suster anu, dokter anu meninggal karena Covid-19,’’ pungkas Viator. (nb)

News Feed