oleh

Sudah 12 Hari, Perampok Tewaskan Pensiunan PTPN V Belum Tertangkap

PEKANBARU – Sudah 12 hari berlalu, kasus perampokan yang menewaskan Saiwan (68), seorang pensiunan PTPN V Pekanbaru tak kunjung terkuak.

Saiwan, kehilangan nyawa setelah menjadi korban dalam kasus dugaan perampokan dirumahnya di Perumahan Manggala Jalan Bunga Inem, Kelurahan Sialangmunggu Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Rabu (29/5/2024) malam.

Jasad korban sudah membiru dan membau saat ditemukan oleh warga. Di lantai rumah juga terdapat bercak darah bekas seretan.

Kapolsek Bina Widya Kompol Asep Rahmat mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus yang menewaskan pensiunan PTPN V Pekanbaru tersebut.

“Masih lidik. Nanti kita rilis jika terungkap,” ujar Kompol Asep, Senin (10/6/2023).

Asep menjelaskan, jika dalam pelariannya pelaku selalu berpindah-pindah tempat, sehingga sulit terdeksi.

Baca Juga  Update Corona di Riau 27 Oktober: Kasus Baru Tambah 17, Sembuh 22

“Pelaku selalu berpindah-pindah tempat. Kami akan terus mengejarnya, doakan cepat terungkap,” kata Asep.

Diberitakan sebelumnya, seorang pensiunan perusahaan PTPN V Pekanbaru, Saiwan, ditemukan tewas bersimbah darah dirumahnya di Perumahan Manggala Jalan Bunga Inem, Kelurahan Sialangmunggu Kecamatan Tuah Madani, Rabu (29/5/2024) malam. Saat ditemukan kondisi korban sudah membau.

“Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yang datang dari daerah Kubang. Karena handphone bapak ini tidak aktif sejak dua hari belakangan,” ujar Ivan Syahluvi, Ketua RW 17 Kelurahan Sialangmunggu.

Diketahui, Saiwan ini tinggal bersama istrinya di rumahnya. Saat kejadian, istri korban sedang ke luar kota.

Korban selalu didatangi oleh sopirnya setiap hari. Namun saat mayat korban ditemukan, sang sopir tidak berada di lokasi.

Baca Juga  Bahaya! Riau Tembus 2 Ribu, Ini Sebaran 43.479 Kasus Baru Corona di RI 29 Juli

“Informasi dari pihak keluarganya, dua hari yang lalu pk Saiwan ini baru pulang dari bank. Sopir yang biasa menemaninya dan mobil Suzuki Ertiga milik korban juga tidak ada lagi,” jelasnya.

Ivan menambahkan, di lantai rumah terdapat bercak darah bekas seretan dekat mayat korban ditemukan.

“Jasad sudah membiru dan bau, karena kata anak korban, bapak ini sudah dua  hari tak bisa dihubungi,” ungkap Ivan.

Karena tak bisa dihubungi, anak korban datang. Sewaktu masuk ke dalam rumah korban ditemukan sudah tak bernyawa.

Ivan menyebutkan, anaknya datang karena nomor HP korban tidak aktif. Lalu sang anak masuk ke rumah dan menemukan mayat ayahnya.

Selanjutnya, sang anak mengadukan kejadian itu kepada warga dan Ketua RT dan RW setempat.

Baca Juga  Prakiraan Hujan Lebat disertai Kilat Akan Terjadi Di Beberapa Wilayah

“Saya bersama Pak RW melihat ada onggokan tertutup selimut dan ada bercak darah juga, seperti bekas diseret,” kata Ivan.

Informasinya korban punya mobil Suzuki Ertiga dan sopir sering datang ke rumah. Tapi saat jasad korban ditemukan mobil dan sopir tak ada.

“Anaknya bilang, mobil dan BPKB serta surat-surat berharga lainnya hilang. Kuat dugaan, korban Saiwan merupakan korban perampokan dan pembunuhan,” jelas Ivan.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra mengatakan, jika pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut

“Anggota sudah ke lapangan, kita langsung lakukan penyelidikan. Mohon doanya semoga cepat terungkap,” kata Bery. ***

News Feed