Jemaah terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak, baik lelaki maupun perempuan dengan mengedepankan protokol kesehatan.
Pengurus masjid mewajibkan jemaah memakai masker, mencuci tangan, dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke rumah ibadah tersebut.
Jemaah yang tidak punya masker, oleh pengurus masjid langsung dibagikan masker medis.
“Jemaah tarawih juga harus menjaga jarak,” kata Pengurus masjid Al Mujahidin sekaligus penanggung jawab pelaksanaan ibadah tarawih Muhammad Yunus.
Yunus menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan jemaah, hal ini sesuai arahan Pemkot Tanjungpinang.
Upaya ini, kata dia, demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Oleh karenanya, seluruh jemaah wajib mematuhi protokol kesehatan.
Pengurus masjid tidak segan-segan menegur apabila ada jemaah yang enggan menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
“Mohon maaf, kalau ada jemaah abai protokol kesehatan, akan kami tegur. Ini demi kebaikan kita bersama,” ujar Yunus.
Salah seorang jemaah Zainal mengaku tetap khusyuk melaksanakan ibadah shalat tarawih meski dalam situasi pandemi. Shalat tarawih di masjid Al Mujahidin sebanyak 11 rakaat, terdiri dari delapan rakaat tarawih dan tiga rakaat witir.
Zainal menyebut pandemi tidak boleh jadi alasan tidak melaksanakan ibadah saat Ramadhan. Justru momen bulan puasa ini harus dimanfaatkan untuk mengakhiri pandemi, di mana warga diharapkan makin disiplin dan taat protokol kesehatan.
“Alhamdulillah, tarawih perdana lancar. Semoga jemaah tetap ramai dan patuh terhadap protokol kesehatan hingga penghujung Ramadhan,” demikian Zainal. (*/cr9)

