oleh

Pakar Keuangan Olahraga Meyakini Liga Super Eropa Rugikan Klub-klub Kecil

Jakarta – Pakar keuangan olahraga dari DBRS Morningstar Michael Goldberg meyakini Liga Super Eropa akan merugikan klub-klub kecil, karena dapat menurunkan angka penonton serta nilai kontrak hak siar liga-liga domestik.

Menurut Goldberg kerangka Liga Super Eropa akan melebarkan kesenjangan antarklub dan klub-klub elit akan semakin kaya, mudah menggaet pemain yang lebih baik dan semakin gampang memenangi kompetisi domestik dibandingkan yang sudah terjadi saat ini.

“Dari sudut pandang finansial, klub-klub Liga Super mungkina akan lebih baik, tetapi saya rasa mereka akan menyusutkan produk yang mereka sajikan saat tampil di liga domestik,” kata Goldberg sebagaimana dilansir Reuters, Selasa WIB.

Baca Juga  Aset Triliunan Rupiah Mangkrak, DPRD Riau Soroti Buruknya Pengelolaan Venue PON

“Lantas klub-klub yang tidak terlibat Liga Super akan semakin berada dalam posisi kurang diuntungkan dari yang sudah terjadi sekarang,” ujarnya menambahkan.

Pada Minggu 12 klub Eropa secara serempak mengumumkan peluncuran kompetisi tengah pekan tandingan Liga Super Eropa, yang menjadi sasaran kritik otoritas sepak bola, supoert hingga politisi, yang menyebutnya sebagai pelanggengan kekuatan dan kekayaan segelintir klub elit.

Baca Juga  PLN dan PLN Icon Plus Berkolaborasi Semarakkan Bhayangkara Riau Run 2024

Goldberg meramalkan nilai hak siar dan sponsor kompetisi domestik mungkin tidak akan terganggu secara instan, tetapi secara berkala terkikis dan semakin melebarkan kesenjangan sementara penggemar “tidak mau menonton hasil 5-0 setiap pekan.”

DBRS Morningstar menganailisis probablitas setiap klub memenuhi kewajiban utangnya berdasar besaran dan volatilitas penerimaan, pendapatan serta arus kas mereka.

“Klub-klub Liga Super, saya pikir besaranya akan naik dan volatilitasnya menurun, tetapi yang tidak berpartisipasi mengalami sebaliknya,” kata Goldberg.

Baca Juga  Ole Gunnar Solskjaer Menyoroti Saat Manchester United Imbang

“Yang Anda dapati kemudian adalah perbedaan mencolok dalam peringkat kredit, neraca keuangan serta bagaimana klub-klub ini bisa dikapitalisasi.

“Jadi, mungkin akan ada peningkatan pendapatan sejajar dengan kenaikan utang bagi tim-tim Liga Super, sedangkan klub-klub kecil utangnya sudah naik untuk melewati krisis karena Covid-19 ini ataupun periode ketegangan finansial dan peringkat kredit mereka akan terkikis karenanya,” pungkasnya. (*/cr4)

 

Sumber : mataram.antaranews.com

News Feed