oleh

Bertemu Menkominfo, Gubri Laporkan 269 Desa di Riau Masih Blankspot

JAKARTA – Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi melaporkan, dari 1.591 desa yang ada di Provinsi Riau, yang sudah memiliki akses internet sebanyak 1.322 desa, sedangkan 269 desa lainnya masih blankspot.

“Padahal, akses internet dan telekomunikasi saat ini sangat dibutuhkan, apalagi di tengah pandemi COVID-19, sekaligus dalam rangka mendukung transformasi digital di Provinsi Riau,” kata Gubri, usai melakukan kunjungan kunker ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) di Jakarta, Jumat (10/9/2021), yang disambut oleh Menkominfo, Johnny G Plate.

Untuk itu, Gubri mengharapkan bantuan dari Menkominfo RI, Johnny G. Plate bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo agar dapat membantu akses internet di Riau.

Baca Juga  Pemko Serahkan SK 173 Pegawai dengan P3K

“Tadi kita bertemu pak menteri, menteri langsung menyuruh BAKTI menginventaris kembali area blank spot di Riau,” ujarnya.

Orang nomor satu di Riau ini mengungkapkan, Menkominfo menargetkan dalam dua tahun ini akan dibangun akses internet desa yang diprioritaskan bagi daerah di wilayah 3T yaitu Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.

Di mana, BAKTI akan membangunan Base Transceiver Station (BTS) bekerja sama dengan kabupaten/kota yang menjadi prioritasnya yaitu daerah di wilayah 3T dan sektor pelayanan publik.

Nantinya, pembangunan BTS tersebut disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam membangun literasi digital yang lebih baik lagi.

“Riau juga sudah ada pusat data yaitu satu data terpadu, adanya akses internet yang memadai diharapkan kedepannya tercover semuanya satu data nasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Gubuk Reyotnya Dibangun Permanen, Warga Dusun Kubang Buaya Rokan Hulu Ini Terharu

Kemudian, Syamsuar menambahkan, Menkominfo Johnny G Plate juga meminta daerah untuk berkoordinasi dengan Kemenkominfo dalam upaya membangun infrastruktur telekomunikasi di daerah serta membangun Sumber Daya Manusia
(SDM) yang mumpuni di bidang telekomunikasi.

Kunker Gubernur Riau di Jakarta ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren Bidang Komunikasi dan Informatika.

Kemudian, untuk mendorong percepatan pencapaian misi kelima RPJMD Provinsi Riau Tahun 2019-2024 yakni, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi dan Informasi. Dalam rangka pengimplementasiannya Pemerintah provinsi Riau memerlukan, program pemanfaatan teknologi informasi.

Baca Juga  Buka Musrenbang RKDP Riau 2023, Gubri: Pendapatan di 2023 Diproyeksikan Rp8,51 T

Adapun jenis program pemanfaatan teknologi informasi yang diperlukan adalah, Literasi digital yang terdiri dari, Pembinaan dan Pengembangan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Pembinaan, Pengembangan Kelas Kominfo di SMA/SMK Pembinaan dan Pengembangan Kemitraan Komunikasi.

Kemudian, program Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan kegiatan terdiri dari penyediaan Teknologi Pengendalian Konten Negatif di internet (Software dan Hardware), Penyediaan UMKM Go Online untuk scale up dari usaha Mikro Kecil menjadi Menengah.

Dalam kesempatan tersebut, Menkominfo juga mengapresiasi Provinsi Riau yang sudah memiliki Kota Cerdas (smart city), yaitu Kota Cerdas Pekanbaru, Siak, dan Pelalawan. (adv)

News Feed