oleh

Gubri Syamsuar Sebut Dana Wakaf Bisa untuk Upaya Pemulihan Ekonomi di Saat Pandemi

PEKANBARU – Sektor apa yang tidak terdampak oleh pandemi Covid-19? Terutama ekonomi, sektor yang dinilai mengalami dampak yang paling berat. Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan untuk memulihkan sejumlah dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi yang telah mengglobal itu.

“Dana wakaf bisa dijadikan sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk mendukung upaya-upaya pemulihan ekonomi masyarakat Riau di masa Pandemi Covid-19,” kata Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi, saat membuka sekaligus memberikan arahan pada acara kegiatan Riau Berwakaf secara virtual di kediaman Gubernur Riau di Pekanbaru, Selasa, (03/8/2021).

Apalagi, menurut mantan Bupati Siak yang menjabat selama dua periode brturut-turut itu, potensi wakaf yang dimiliki Riau sangat besar. “Tinggal lagi upaya kita untuk menggalangnya,” kata Gubri.

Baca Juga  Gubri Lantik Bupati dan Wabup Inhu, Proses Pilkada Serentak 2020 di Riau Tuntas Sudah

Gubri yakin dengan gerakan sadar wakaf,  bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sampai ke pelosok Riau, terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Kendati demikian, Gubri mengingatkan bahwa gerakan wakaf ini perlu komitmen dan sinergitas oleh semua pihak pemangku kepentingan.

“Untuk menggerakkan wakaf diperlukan sinergitas dan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan yang tahun ini dilaksanakan,” ujarnya.

Gubri juga mengatakan Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pihak BI Provinsi Riau, OJK Riau, Kanwil Kemenag Riau, organisasi lembaga penggerak wakaf yang ada di Riau, serta berbagai pihak yang telah menginisiasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan gerakan sadar wakaf saat ini bersama Pemerintah Provinsi Riau.

Baca Juga  Survei LSI: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Presiden Menangani Pandemi Covid-19 Menurun

“Kegiatan Gerakan Riau Berwakaf bertujuan untuk mensyiarkan ekonomi dan keuangan Syariah serta mengoptimalkan dana umat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga di pelosok Riau,” katanya.

“Di mana gerakan sadar wakaf ini merupakan bentuk dukungan gerakan wakaf nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo,” kata mantan Kepala Inspektorat Provinsi Riau itu.

Sebelumnya, Gubri mengemukakan komitmennya untuk mendukung Gerakan Riau Berwakaf di Provinsi Riau. “Gerakan wakaf ini memang harus terus kita sosialisasikan. Pelaksanaan kegiatannya harus menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Ia berpesan, hasil pengumpulan wakaf harus dijelaskan ke mana dialokasikannya, baik itu untuk pembangunan pondok pesantren, membantu ekonomi masyarakat kurang mampu, atau pembangunan dalam bidang-bidang lainnya.

Baca Juga  Serapan Belanja APBN di Riau Mencapai 24,41%

Sehingga orang-orang yang ingin berwakaf tidak memiliki keraguan untuk berwakaf dan wakaf yang terkumpul bisa dimanfaatkan sesuai dengan sasaran kepentingan yang telah ditetapkan.

Ia menambahkan, wakaf itu tidak mesti dengan jumlah yang banyak. Namun dengan uang seribu rupiah sudah bisa berwakaf dan bisa disalurkan melalui BWI Riau ini.

“Mungkin bisa dibuatkan seperti celengan yang ada di rumah masing-masing atau di kantor, supaya tergerak hati kita untuk berwakaf. Selain wakaf, ekonomi syariah juga harus terus kita sosialisasikan,” ujar Gubri Syamsuar. (adv)

News Feed