oleh

Fahd A. Rafiq: Jadilah Pohon yang Tinggi, Namun Tetap Rindang

SEJAUH mana pengenalan Anda terhadap Bapera atau Barisan Pemuda Nusantara? Kendati organisasi kemasyarakatan (ormas) ini baru berdiri sejak 2016, tapi telah mampu menyita perhatian secara nasional, terutama dari kalangan generasi muda. Ormas ini membius para pemuda dengan karya dan sikap empati kepada sesama.

Menyebut Bapera untuk kondisi saat ini, sulit memisahkan dari nama H. Fahd El Fouz A. Rafiq, atau yang lebih dikenal dengan Fahd A. Rafiq, tokoh muda pendiri sekaligus dipercaya untuk menduduki kursi ketua umum dewan pimpinan pusat. Di tangan Fahd, kiprah dan sepak terjang Bapera semakin luas, sayap organisasi juga terbentang semakin lebar di seantaro tanah air.

Pada saat tertentu, Fahd yang membawa panji-panji Bapera hadir pada saat Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur mulai 23 sampai 27 Maret 2021. Acara ini sebagai wujud patriotisme dan nasionalisme anak bangsa agar lebih mencintai Tanah Air. Acara ini sebagai wujud patriotisme dan nasionalisme anak bangsa agar lebih mencintai Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Fahd bicara soal nasionalisme. Fahd mencemaskan soal semakin tergerusnya rasa nasionalisme di era globalisasi, yang menjadi pemecut dirinya untuk menggelar Jambore Nasional ini.

Pria yang saat itu berusia 37 tahun itu pun bertekad menyatukan pemuda serta anak bangsa untuk memperkuat Persatuan Indonesia. Fahd menjelaskan, sebanyak 5.000 peserta jambore nasional Bapera dari 34 provinsi mengikuti serangkaian acara.

Di lain kesempatan, Fahd bersama Bapera memasuki ranah keagamaan. Yaitu, ketika Bapera memberangkatkan 1.000 pemuda dari berbagai perwakilan provinsi di Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci, beberapa waktu lalu.

Program umrah pemuda sepenuhnya dibiayai oleh Ketua Umum H. Fahd El Fouz A. Rafiq. Hal itu sebagai bentuk apresiasinya terhadap jajaran pengurus Bapera se-Indonesia.

Sebelumnya ormas Bapera telah menggelar sejumlah program sosial lainnya. Seperti di bulan Ramadan lalu, mulai dari santunan ribuan anak yatim se Indonesia dan pelaksanaan umrah bersama perwakilan anggota Bapera se-Indonesia.

Ketua Umum Bapera H. Fahd A. Rafiq menyampaikan, pemberangkatan umrah ini untuk 1.000 pemuda perwakilan seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

“Umrah ini merupakan program rutin yang dilaksanakan sepanjang tahun dimulai dari sejak bulan Ramadan tahun 2022. Tujuan program umrah pemuda ini adalah selain untuk program sosial bagi para pemuda Indonesia yang aktif di Bapera, juga bertujuan untuk membantu pemerintah, di antaranya menciptakan SDM yang berkualitas,” jelas Fahd, Senin (11/4/2022).

Baca Juga  Kartini Penggerak Perubahan di Era Pandemi

Secara umum, bisa disimpulkan bahwa Fahd bersama Bapera-nya secara konsisten terus menjalankan aksi nyata fastabiqul khairat di segala provinsi serta kabupaten kota yang ada di Indonesia. Aksi sosial itu bukan hanya menyantuni anak yatim piatu, fakir miskin serta kalangan dhuafa, namun bermacam kegiatan sosial lainnya.

Misalnya memperbaiki rumah masyarakat yang sudah tak layak huni, berbagi takjil sepanjang bulan Ramadhan, bantuan ketika bencana alam serta bermacam aktivitas sosial kemanusiaan lainnya.

Aksi yang dilakukan diyakini sudah membantu perputaran perekonomian di Indonesia. Orang yang menerima kebermanfaatan sumbangan, baik itu berbentuk santunan anak yatim, piatu, fakir miskin serta kalangan dhuafa ataupun bantuan sosial yang lain, bisa mempengaruhi perekonomian di suatu desa, kabupaten/kota.

Ketika wabah Covid-19 melanda, Bapera juga melakukan serangkaian aksi, yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

Pengusaha, Organisatoris, dan Musisi
Siapa Fahd A. Rafiq? Menyandang gelar akademis SE dan MM, tokoh muda yang berprofesi sebagai sebagai pengusaha, organisatoris ulung, aktris, dan musisi ini dilahirkan pada 19 Mei 1983.

Fahd adalah anak ke-8 dari 9 bersaudara. Kakak dari artis film dan Sinetron Fairuz A. Rafiq ini memiliki 7 orang kakak, di antaranya Ema Fitriah El Fouz (almarhumah), Vera Lutfiah El Fouz, Faresh El Fouz, Faiz El Fouz, Fara El Fouz, dan Farabi El Fouz.

Dari ke-9 saudaranya yang paling dikenal publik adalah Fairuz A. Rafiq karena sering tampil di layar kaca sebagai bintang film dan pesinetron. Lalu,, Fadia Am Rafiq yang politikus dan Bupati Pekalongan, yang namanya melejit ketika melantunkan singel Cik-cik Bum, dan Farabi, seorang politikus.

Sebagaimana dikutip dari laman Wikipedia, sebelum menjabat Ketua Umum DPP Bapera, pada 2016 di usianya yang ke-32, putera pedangdut kondang A. Rafiq dengan Ahtarunisa Aisyah ini terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Sejumlah jabatan lain juga pernah diemban ke pundak Fahd sebelumnya. Seperti Ketua DPP Golkar Bidang Hubungan Ormas Kepartaian periode 2020-2024. Lalu, sebagai Ketua Umum DPP GEMA MKGR (2008-2012), Ketua Umum DPP KNPI (2015-2018), dan Ketua Umum PP AMPG (2015-2018).

Kemudian, sebagai Ketua Umum DPP Ormas MKGR (2020-2021), Ketua Harian DPP AM-MDI (2003-2008), Ketua DPP KNPI (2005-2008), Bendahara Umum PP AMPG (2014-2016), Ketua DPP AMPI (2007-2012), Wakil Bendahara Umum DPP Pemuda Pancasila (2015-2018), Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI, dan Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga Partai Golkar (2015-2018).

Baca Juga  Dihadiri Airlangga dan Hasto, Bapera Riau Siap Laksanakan Jambore Bela Negara se-Sumatera

Fahd juga dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses karena tercatat sebagai owner dari PT Visitama Makmur Abadi, yang membawahi 8 perusahaan di antaranya PT Citra A Rafiq Medika, PT. Sinar Tiga Pilar, PT. Visitec Indonesia, PT. Antasena Pritama, PT. Visi Trans, PT. Global Monney Changer, PT. Lawfirm Fast, dan PT. Visi Perkebunan Indonesia.

Fahd juga memiliki dua rumah sakit di Kota Depok, yaitu RSCA kelapa dua dan RSCA Sawangan.

Dalam kapasitasnya sebagai musisi, Fahd menelurkan album perdananya pada 2017 berduet bersama sang istri Ranny dengan tajuk Cinta, yang didedikasikan untuk sang ayah tercinta, A. Rafiq. Di mini album ini ada tiga lagu, yaitu Cantik, Moga-moga, dan Mari Bergembira.

Menjulang di banyak bidang, tapi Fahd tidak mau “tegak sendiri.” Maka, pada suatu hari Fahd pernah berkata: “Meski prestasimu sangat tinggi, namun jika kau tak bermanfaat, maka hanya ada sedikit orang yang berada di sekitarmu. Kau sendiri dengan piala-pialamu,” ungkapnya.

Fahd hendak menegaskan bahwa soal hidup dan kehidupan ia memilih belajar dari filosofi pohon, khususnya dari pohon yang rindang dan yang tinggi.

Menurut Fahd, ada pohon yang tumbuh tinggi, namun daunnya tak bisa ayomi. Ada pohon yang rendah, namun pohonnya lebat dan rindang tuk berteduh.

”Artinya, ada manusia yang hanya mengejar prestasi tinggi, namun kurang bermanfaat. Ada yang prestasinya biasa-biasa saja, namun sangat bermanfaat bagi sekitarnya.”

Pohon yang rindang lebih dibutuhkkan banyak orang untuk berteduh, daripada hanya yang tinggi. Artinya, “Kemanfaatanmu untuk orang lain lebih dirasa berguna bagi orang lain, daripada prestasi yang hanya untuk dirimu sendiri.”

Meski dari jauh paling terlihat, namun dari dekat pohon tinggi hanyalah tampak menjulang biasa. Artinya, “Meski dari jauh engkau terlihat berprestasi tinggi, namun bagi sekitarmu kau hanya nampak seperti manusia pengejar piala.”

Pohon yang rendah buahnya mudah dipetik, pohon yang tinggi sulit terpetik. “Sederhana saja, banyak orang lebih mudah mendapat pertolonganmu. Daripada mereka yang punya prestasi namun sulit dihubungi.”

Banyak anak dengan mudah memanjat bermain di atas ranting pohon yang rendah, namun pohon yang tinggi sulit dan ditakuti untuk dinaiki. Diartikan, “Kesederhanaan membuatmu lebih mudah akrab dengan orang lain, kesombongan dengan prestasi membuatmu sulit dijangkau orang.”

Baca Juga  Jadi Ilmuan Muda, Suhendra Berhasil Raih Gelar Dokter Melalui PMDSU

Maka, menurut Fahd, jadilah pohon yang tinggi namun tetap rindang. “Artinya, jadilah dirimu punya prestasi tinggi, namun selalu berusaha bermanfaat untuk orang lain. Itulah yang sungguh sangat mulia dan begitu istimewa.”

Mengenal Bapera
Sebagai ormas, Bapera bersifat terbuka, independen, dan mandiri serta tidak terikat dengan partai politik manapun. Meski dapat dikatakan sebagai ormas baru, Bapera telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial serta politik yang tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia.

Didirikan oleh Fahd, ormas yang berasaskan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini diharapkan akan menjadi ormas yang bermanfaat untuk masyarakat Indonesia.

Ormas yang didirikan pada 2016 ini bertujuan untuk membentuk dan mewujudkan generasi muda Indonesia yang memiliki jiwa profesional, beriman serta berilmu dan memiliki semangat juang serta kebangsaan untuk mencapai Indonesia yang lebih maju serta unggul.

Bapera juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi muda untuk memiliki jiwa patriotisme serta peduli terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat. Tujuan yang terpenting adalah untuk menciptakan Indonesia yang lebih demokratis dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Sebagai ormas yang bersifat terbuka, independen, dan mandiri, Bapera memiliki visi dan misi. Visi Bapera sendiri adalah membangun serta menciptakan kualitas pemuda Indonesia yang berkarakter Pancasila dan dapat menguatkan jati diri NKRI sekaligus mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945.

Selain Visi, Bapera tentu memiliki misi untuk mewujudkan visi itu sendiri di mana terwujudnya serta terciptanya pemuda-pemuda Indonesia dengan karakter kebangsaan yang kuat dan memberikan kontribusi yang positif untuk masyarakat sekitar serta untuk kemajuan Indonesia, melakukan penguatan institusi organisasi kepemudaan yang mengedepankan kebersamaan dan solidaritas sosial serta merancang, mengelola, dan mengembangkan potensi kepemimpinan pemuda dan kewirausahaan (entrepreneurship).

Hingga saat ini Bapera tepat memiliki 1 juta anggota terhitung pada Sabtu, 5 Maret 2022, yang merupakan warga negara Indonesia dan tersebar di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Selain itu jumlah provinsi yang sudah bergabung bersama Bapera yaitu 34 provinsi. (nb)

News Feed