oleh

Perjalanan Umroh di Masa Pandemi Covid-19; Kejutan Swab Ulang

Oleh Andi Noviriyanti

DARI jam dua dini hari, mata sudah terbuka. Hari ini, Insyaa Allah bisa masuk Masjidil Haram untuk melaksanakan shalat tahajud dan subuh.

Langsung masuk kamar mandi, dan mandi. Bersiap-siap ke Masjid, dan mengenakan pakaian terbaik.

Tapi.., menjelang adzan subuh tak terdengar pengumuman bisa shalat subuh di Mesjid. Grup WA mulai ribut, menanyakan kapan bisa ke Masjid.

Sepertinya, pagi itu kami belum bisa masuk Masjidil Haram. Padahal, sudah hari ke-7 di Kota Mekah. Tapi, belum juga bisa shalat berjamaah di Masjidil Haram.

Akhirnya, kembali bersabar dan ikhlas menunggu. Tiba-tiba di grup WA ada info, “Siap-siap Swab ulang,” bunyi pengumuman itu.

Baca Juga  Riau Tambah 16, Berikut Sebaran 460 Kasus Baru Corona di RI 25 Oktober

Tak lama berselang, pintu kamar diketuk. ‘’Swab ulang Bu, di lantai lima.’’

“What’s.. Belum berakhir jugakah?” gumam-ku.

Antara shock dan menyiapkan mental.

Wajah-wajah serius, terlihat antre di tempat swab ulang. Saling tak bisa berkata apa-apa.

Kali ini swab terasa sangat dalam. Dari pengalaman empat kali swab, ternyata masing-masing petugas punya standar berbeda-beda.

Ada yang mengambil sampel swab di bagian hidung. Ada yang dihidung dan mulut. Ada yang dalam sekali. Ada yang tidak begitu dalam. Ada yang masuk ke rongga mulut sampai terasa mau muntah, dan lain-lain.

Dan, yang paling tidak nyaman adalah swab di Indonesia. Paling dalam masuk lobang hidung dan tenggorokan.

Setelah swab kembali ke kamar. Menikmati hari-hari isolasi. Menulis, mengambil foto dan video, mengaji, chat, zoom meeting, dan melakukan banyak hal lainnya membunuh kebosanan.

Baca Juga  Alhamdulillah! Hari Ini Pasien Covid-19 di Riau Lebih Banyak Sembuh dari Kasus Baru

Sudah tujuh hari di kamar. Tapi tak sekalipun petugas kebersihan hotel masuk kamar. Semua sampah harus kami keluarkan sendiri. Tempat tidur dan lain-lain, harus dirapikan sendiri-sendiri.

Ternyata itu bagian dari protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Jika petugas hotel masuk dan membersihkan kamar para jamaah, dikhawatirkan bisa memindahkan virus dari satu kamar ke kamar lain. Jadi, betul-betul dicegah.

Petugas yang mengantar makanan ke kamar pun pakai alat pelindung diri (APD) standar Covid-19.  Begitu juga petugas house keeping yang datang mengantar sabun dan tisu yang sudah habis.

Baca Juga  Riau Tambah 2, Berikut Sebaran 435 Kasus Baru Corona RI 11 November

Prokes Covid-19, suka tidak suka harus dijalani jamaah. Apatah lagi, dalam rombongan jamaah umroh gelombang pertama 1 November terdapat tiga orang positif terpapar virus corona. Dus jamaah berangkat susulan –rombongan 1 November karena hasil PCR belum keluar akhirnya berangkat 3 November—, dua orang positif.

Penyebaran virus Corona memang tidak terduga. Saat kemarin PCR di Jakarta pun, dari sekitar 300-an yang swab test hampir 10 persen positif Covid-19.

Kami dijadwalkan berangkat ke Madinah pada Ahad, 8 November 2020. Menjelang itu, apakah kami bisa ke Masjidil Haram atau tidak, tidak ada kepastian.

Hanya bisa merindu, memandang Masjidil Haram dari dalam kamar. (bersambung)

Andi Noviriyanti

Redaktur Riausatu.com

News Feed