oleh

Perjalanan Umroh di Masa Pandemi Covid-19; Ketika Seleksi Tamu Allah Makin Ketat

Oleh Andi Noviriyanti

INI sudah hari ke-9 saya di Kota Mekah. Dan, Masjidil Haram tetap hanya bisa saya pandangi dari balik jendela kaca kamar.

Namun, yang tersisa saat ini hanya rasa syukur. Setelah melewati berbagai drama yang menguras emosi. Bersyukur karena Allah izinkan saya kembali ke tanah suci ini.

Meski hanya bisa sekali memasuki Masjidil Haram dan memandangi Baitullah, tapi sudah Alhamdulillah.

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah disebutkan, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan Allah.

Alhamdulillah sudah dipanggil dan telah memenuhi panggilan-Nya. Kini saya dan rombongan, sudah mengikhlaskan semuanya. Karena kami sudah termasuk yang beruntung melewati seleksi menjadi tamu Allah.

Seleksi pertama, dimulai dengan pembatasan usia hanya 18-50 tahun.

“Saya sedih melihat ibu bapak bisa berangkat. Sementara saya saja yang pemilik perusahaan umroh, tidak bisa berumroh. Usia sudah lewat 50 tahun. Kalau tidak ada pembatasan usia, anak-anak dan cucu saya, saya bawa semuanya berumroh,” ujar Ir Darnelly Guril MSc, Direktur PT Arminareka Perdana, ketika melepas kami di Bandara Soekarno Hatta.

Baca Juga  Update Corona Riau 1 Desember, Tambah 163 Kasus, 292 Sembuh

Seleksi kedua adalah, harus melewati bebas virus Corona. Dimulai dari Rapid Test dari daerah untuk bisa naik pesawat ke Jakarta, dilanjutkan swab di Jakarta 72 jam menjelang keberangkatan ke Jeddah.

Beberapa calon jamaah gugur saat seleksi rapid test. “Teman saya sudah di bandara dan dua kali rapid test, hasilnya tetap reaktif. Jadi, tidak bisa berangkat dari Padang ke Jakarta,” ujar Hoiria, salah satu rombongan jamaah umroh Arminareka Perdana.

Sekitar 30-an jamaah umroh lainnya –yang sudah siap berangkat dan sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta— mengikuti seleksi berikutnya. Ketika  hasil PCR-nya positif, maka mereka juga tidak bisa berangkat umroh.

Seleksi berikutnya ada di tanah suci.  Saat swab ulang, ada terdeteksi terkena Covid-19. Akhirnya, tidak bisa memasuki Masjidil Haram dan melaksanakan ibadah umroh.

Baca Juga  Berebut Lapak Parkir Alfamart dan Indomaret di Pekanbaru, Catatan Novrizon Burman

Dinna Maulia, salah satu jamaah umroh menulis di grup WA.

“Ketika harapan tidak menjadi kenyataan, jangan sedih dan putus asa. Yakin Allah akan memberi yang lebih baik. Tetaplah berbaik sangka dengan Allah.”

“Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, tapi ia buruk bagimu. Bisa jadi kamu membenci sesuatu, tapi dia baik untukmu. Karena Allah pemilik skenario terbaik,” tulisnya.

Jamaah umroh lainnya, Fathiarani juga menulis di grup WA

“Ketika harus tertahan di Mekkah dan akhirnya tak bisa ke Madinah, ada Rasulullah yang menghibur.”

“Nggak apa-apa Rani, Allah ingin kamu mendapatkan 100.000 kali dibanding 1.000 balasan. Aku tetap di hati-Mu,” tulisnya.

Baginya, tertahan di Mekah tetap nikmat Allah. Karena Mekah adalah tanah suci tempat impian banyak orang. Bahkan, ia menuliskan berkhayal bisa hidup berakhir ketika di tanah suci.

Rombongan jamaah umroh pertama di musim pandemi Covid-19, kemungkinan akan langsung pulang ke Indonesia pada 11 November 2020.

Baca Juga  Pada Hari Natal Riau Tambah 1, Ini Sebaran 255 Kasus Baru Corona RI

Dalam WA grup, sudah diminta untuk menyiapkan kopor kepulangan dengan satu kopor yang beratnya tidak boleh lebih dari 23 kg. Kopor maksimal, dua buah.

Menjelang 11 November, belum tahu apa yang akan terjadi. Apakah, bisa melaksanakan tawaf wada’ (perpisahan) di Baitullah. Atau, bisa kah shalat wajib di Masjidil Haram.

Tidak ada yang tahu. Semua masih fluktuatif, tergantung perkembangan Covid-19 dan keputusan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Mengutip kata-kata Dinna Maulina, semua yang terjadi adalah keputusan Allah. Ialah pengatur skenario terbaik.

Meski demikian, putaran tawaf Baitullah masih akan terus berisi orang-orang bertawaf. Orang-orang yang diizinkan Allah untuk hadir datang ke rumah-Nya. Dengan atau tanpa virus Corona.

Insyaa Allah, yang pantas jadi tamu-Nya akan datang. Seberat apapun tantangan umroh di musim Covgid-19. (tamat)

Andi Noviriyanti

Redaktur Riausatu.com

News Feed