oleh

Forum Penyuluh Antikorupsi Riau Minta Gubri Copot Sekdaprov SF Hariyanto dari Pengarah I

PEKANBARU – Forum Penyuluh Antikorupsi (Fortak) Provinsi Riau mendesak Gubernur Riau, Syamsyuar, selaku Dewan Pembina Fortak Riau, mencopot Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto ST MT, sebagai Pengarah I dalam Fortak Riau Masa Bakti 2022-2026 itu.

“Kami juga mendesak Gubernur Riau segera menyurati Mendagri dengan rekomendasi me-non-aktif-kan SF Hariyanto sebagai Sekdaprov Riau karena telah melakukan berbagai tindakan yang tidak bertanggungjawab,” kata Koordinator Wilayah Bengkalis dan Kepulauan Meranti Fortak Riau, Bobson Samsir Simbolon, SH, C.L.A, C.P.L.C, C.T.L, C.M.L, kepada pers di Pekanbaru, Senin (10/4/2023) malam.

Bobson menjelaskan, dalam waktu sesegera mungkin pihaknya akan menemui Gubernur Syamsuar sebagai Pembina Forum Penyuluh Antikoupsi Provinsi Riau untuk membahas penonaktifan SF Hariyanto.

“Baik itu sebagai pengarah di forum, maupun penonaktifan beliau sebagai Sekdaprov Riau,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mendesak KPK untuk jangan berhenti dan mengusut tuntas persoalan dugaan korupsi SF Hariyanto sejak yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Riau hingga sekarang menjadi Sekdaprov Riau.

Baca Juga  Dave Laksono Lantik Ida Yulita Susanti Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Riau

“Saya pikir, banyak proyek-proyek bermasalah selama beliau menjadi Kadis PU Riau, dan kasus hedonisme keluarganya bisa menjadi pintu masuk bagi KPK mengungkap semuanya,” kata dia.

Bobson mengatakan, kasus hedonisme isteri dan anak Sekda Riau sebelumnya telah menjadi sorotan publik sehingga benar-benar harus dituntaskan.

“Terkait gaya hedon isteri dan anaknya itu, kemarin sudah dijawab dengan berbagai keterangan dan alasan, termasuk pesta ulang tahun di hotel bintang lima di Jakarta yang diakui di sebuah ruko, kemudian tas-tas branded yang dipakai isterinya diakui sebagai batang KW atau replika. Kebohongan ini menandakan yang bersangkutan tidak memiliki integritas,” katanya.

Baca Juga  Memperkuat Kemitraan, Pengurus SMSI Riau Berkunjung ke PT SPR

Bobson menjelaskan, bahwa Forum Penyuluh Antikorupsi dibentuk oleh KPK untuk menjadi agen antikorupsi, mulai dari pencegahan hingga kampanye dan pendidikan.

Jadi, demikian Bobson, orang-orang yang berada di dalamnya termasuk pengarah harus benar-benar merupakan orang yang berintegritas.

“Jadi untuk persoalan Sekda Riau ini sudah benar-benar memalukan, gubernur sebagai pembina kami minta untuk evaluasi SF Hariyanto,” katanya.

Viral di Medsos

Seperti diberitakan, Adrias, istri Sekdaprov Riau, SF Hariyanto, mendadak menjadi trending topic, viral dan tenar di jagat media situs berita (siber) dan medsos di Tanah Air.

Istri orang nomor satu ASN di Riau itu tertangkap netizen membagikan gaya hidup mewah atau flexing, dengan cara memperlihatkan koleksi tas mewah Hermes, sepeda Brompton, sepatu Gucci, dll, melalui account medsosnya.

Foto-foto istri SF Hariyanto yang bergaya hidup mewah, dengan tentengan barang-barang bermerk terkenal, hingga pelesiran ke luar negeri, pertama kali diunggah ulang oleh akun twitter @PartaiSocmed.

Baca Juga  Update Kasus Harian Corona di Riau: Tambah 4, Sembuh 64, Ini Rinciannya

Terbaru, anak perempuan sang pejabat menjadi perbincangan setelah foto-fotonya merayakan ulang tahun mewah di salah satu hotel mewah disebar di dunia maya. Pasca viral, akun Instagram sang istri, hilang. Begitu pula dengan akun sang putri.

Sejak keluarganya viral, Sekdaprov Riau, SF Hariyanto, perlu memberikan penjelasan. Kepada awak media, Senin (19/3/2023) malam, dia mengatakan semua barang-barang yang dipakai istrinya adalah KW alias tiruan.

Terkait perayaan ulang tahun putrinya di salah satu hotel mewah, dia mengatakan, digelar sebelum menjadi Sekdaprov Riau. Itu pun dirayakan di toko, bukan di hotel.

Atas kegaduhan yang dia lakukan, SF Hariyanto beserta isteri, Kamis (6/4/2023), akhirnya dipanggil KPK untuk klarifikasi harta kekayaannya.  (nb)

News Feed