PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Menteri Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrip, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Riau 275 MW, di Tenayan Raya, Pekanbaru, Kamis (12/5/2022).
PLTGU yang dibangun oleh pihak swasta Medco Retch Power Riau, mulai beroperasi di wilayah Riau, khususnya di Pekanbaru, untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Riau.
Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, mengatakan, dengan beroperasinya PLTGU di Riau ini menambah pasokan ketersediaan listrik dan menjadikan Riau terang.
Hal itu sesuai dengan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat, listrik bisa sampai ke seluruh pelosok negeri.
“Ini salah satu langkah untuk menuju Riau terang 2022. Hadirnya PLTGU di Riau diharapkan kebutuhan energi listrik di Riau tercukupi, sehingga rasio desa berlistrik juga akan meningkat seiring ketersediaan energinya ada,” kata Edy Natar.
“Listrik merupakan salah satu sumber energi yang menjadi kebutuhan yang vital saat ini. Mulai dari penggunaan alat rumah tangga, sara dan prasarana umum.
Persoalan listrik sejak dulu belum sepenuhnya tuntas. Dengan diresmikannya PLTGU ini diharapkan akan dapat menambah kebutuah listrik di Pekanbaru,” kata Wagubri lagi.
Turut hadir pada peresmian PLTGU, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, Presiden Medco, Eka Satria, Direktur umum Medco Hilmi Panigoro, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Danrem 031/WB, Wakapolda, dan tamu undangan lainnya.
Ketika meresmikan, Menteri ESDM Arifin Tasrip mengatakan, kehadiran PLTGU) di Provinsi Riau, menjadi salah satu sumber daya energi listrik baru yang akan meningkatkan perekonomian di Riau, terutama dalam memenuhi kebutuhan listrik diseluruh wilayah Riau.
PLTGU yang dibangun oleh pihak swasta Medco Retch Power Riau, mulai beroperasi di wilayah Riau, khususnya di Pekanbaru, untuk memenuhi kebutuhan kekurangan listrik di wilayah Riau.
“Program pembangunan pembangkit listrik yang dilaksanakan relatif cukup singkat. Atas inisiatif mendorong proyek ini untuk bisa dapat diselesaikan guna memenuhi kebutuhan energi listrik untuk menunjang energi industri di daerah,” kata Arifin.
“Saat ini energi yang sangat dibutuhkan, dan belum seluruh masyarakat indonesia menikmati energi listrik. Di Riau sudah ada tambahan baru PLTGU ini menjadi sentra pengembangan energi listrik di Riau,” ujarnya.
Dijelaskan Menteri ESDM, PLTGU yang dibangun oleh Medco ini, menjadi salah satu industri yang tidak memiliki emisi yang besar.
Emisinya lebih rendah bila dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya, atau industri yang bergerak dibidang energi. Di mana emisinya hanya 400 gram, lebih rendah dua kali lipat dibandingkan Batubara.
“Emisi yang dikeluarkan dari energi listrik yang memanfaatkan gas itu lebih rendah daripada yang memakai batubara. Kita harapkan dalam masa transisi ini sebelum energi terbarukannya masuk, ini membutuhkan waktu ini bisa dimanfaatkan dulu dengan memanfaatkan gas,” ungkap Menteri. (adv)










