oleh

Produksi Minyak Anjlok dan 7 Pekerja Meninggal, AMPR Desak Erick Thohir Copot Dirut PT PHR Jaffee A Suardin

PEKANBARU – Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau (AMPR), Zulkardi, mendesak Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Jaffee A Suardin sebagai Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

“Tidak ada alasan lagi untuk tidak memecat Jaffee A Suardin. Di bawah kepemimpinannya, PT PHR gagal mengelola minyak di WK Rokan, terakhir banyaknya kasus korban kecelakaan kerja,” kecam Zulkardi kepada media siber ini, Jumat (20/1/2023).

Dia turut prihatin kejadian yang menimpa pekerja operasional rig kontraktor PT PHR, yang tewas akibat kecelakaan kerja, Rabu (18/1/2023). “Ini kasus ketujuh. Sudah terlalu banyak korban di bawah manajemen PT PHR saat ini,” bebernya.

Baca Juga  Sidang Limbah B3 Chevron, LPPHI Hadirkan Tiga Video Bukti Pencemaran di Blok Rokan

Menurutnya, manajemen PT PHR telah gagal menerapkan standart operating procedur (SOP) keselamatan kerja di lingkungan WK Blok Rokan pasca alih kelola dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 9 Agustus 2021.

“Sanksi yang tepat untuk merubah catatan buruk perusahaan BUMN ini adalah memberhentikan secara tidak hormat Jaffee A Suardin sebagai Dirut PT PHR sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam mengelola Blok Rokan,” tegas Zulkardi lagi.

Bahkan, sebutnya, dalam waktu dekat AMPR kembali mengirim laporan terkait adanya penambahan jumlah korban tewas di lingkungan kerja PT PHR kepada PT. Pertamina dan juga Menteri BUMN, Erick Thohir.

Baca Juga  Gubsu Edy Rahmayadi Bersembang ke Rumah Qur'an Hajjah Rohana di Rimbo Panjang

Sebagai sosial kontrol dan jika diperlukan, dalam waktu dekat AMPR akan melakukan aksi besar-besaran ke gedung Kementerian BUMN karena kalau sudah memakan banyak korban seharusnya sudah tidak bisa ditolerir lagi.

AMPR juga mencatat buruknya pengelolaan WK Rokan oleh PT PHR. Salah satunya, terbakarnya trafo di Balai Pungut yang mengakibatkan produksi minyak mentah merosot dari yang biasanya 165 ribu barel per hari menjadi 70 ribu barel per hari,” pungkas Zulkardi.

Ketika dikonfirmasi riausatu.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (20/1/2023) sore, Jaffee A Suardin belum berhasil dihubungi. Pertanyaan yang dikirim tidak atau belum dijawab, sampai berita ini tayang.

Baca Juga  Sidang Limbah Chevron; Hakim Putuskan Legal Standing LPPI Sah, Perkara Lanjut!

Seperti diberitakan, kematian pekerja migas kembali terjadi di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Riau, Rabu (18/1/2023). Ini kali ketujuh peristiwa fatality di WK yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sejak 9 Agustus 2021.

Berita Terkait:
https://riau.siberindo.co/19/01/2023/lagi-pekerja-migas-di-wk-rokan-meninggal-akibat-kecelakaan-kerja-ini-kata-dirut-phr/

Pjs. EVP Upstream Business WK Rokan, Rizal D Nasution dalam pesan WhatsApp kepada Dirut PT PHR dan Pimpinan SHU melaporkan, peristiwa terjadi ketika seorang floorman PT Asrindo Citraseni Satria (PT ACS), DS (22), mengalami luka fatal setelah Full Opening Safety Valve (FOSV) terjatuh dan mengenainya saat ia berada di Working Platform (WPF). (nb)

News Feed