oleh

Sowan ke Dahlan Iskan, Zulmansyah Makin Mantap Maju Ketum PWI Pusat 2023-2028

JAKARTA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau H Zulmansyah Sekedang mengaku semakin mantap maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat 2023-2028, pada Kongres PWI yang diagendakan digelar September 2023, di Bandung, Jawa Barat.

Itu dikatakan Ketua Forum Pemred Jawa Pos Group 2017-2018 tersebut setelah sowan ke tokoh pers Dahlan Iskan (DI) yang pernah menjadi Ketua PWI Jawa Timur dua periode 1990-1998.

Saat sowan dan silaturahmi dengan Dahlan Iskan di Capital Residence SCBD Jakarta, Ahad (18/6/2023), Zulmansyah didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau H Helmi Burman, Wakil Ketua Raja Isyam Azwar, Bendahara Oberlin Marbun, dan anggota Penasihat PWI Riau H Novrizon Burman.

Baca Juga  Riau Turun ke Posisi Lima, Berikut Sebaran 6.294 Kasus Baru Corona di RI pada 8 Juni

Alhamdulillah. Abah Dahlan Iskan memberi banyak nasihat, masukan dan sekaligus dukungan untuk memimpin PWI Pusat 2023-2028. Saya semakin mantap untuk maju menjadi Ketum PWI Pusat,” jelas Zulmansyah, yang pernah menjadi Ketua SPS Cabang Riau saat DI menjabat Ketua Umum SPS Pusat.

Salah satu masukan penting dari DI menurut Zulmansyah adalah, totalitas ketika memimpin organisasi PWI Pusat. “Anda mampu memimpin PWI. Kalau Anda terpilih sebagai Ketum, Anda harus tinggalkan Kota Pekanbaru. Harus tinggal di Jakarta agar sukses,” kata Zulmansyah, mengutip kalimat DI.

Zulmansyah yang sudah bergabung di Jawa Pos Group lebih 25 tahun lamanya mengungkapkan, semakin banyak saran, nasihat dan dukungan dari senior-senior di PWI, maka semakin terlihat masalah dan solusi untuk mewujudkan PWI HEBAT.

Baca Juga  PWI HCB Ilegal karena Sudah Dipecat, Kasus Cashback-nya Lagi Diusut Polisi

Mewujudkan PWI HEBAT adalah visi Zulmansyah, yang pernah memimpin media cetak dan media online di Group Jawa Pos di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh sekaligus.

Kata HEBAT bukan hanya bermakna perubahan menjadi lebih baik, tetapi juga merupakan sebuah akronim. Huruf H adalah Harmonis, di mana PWI harus menjadi wadah berhimpun dan mempersatukan wartawan serta pengurus lebih erat dan harmonis.

Huruf E adalah ekonomi keluarga wartawan dibantu. Menurut Zulmansyah, di saat dan setelah pandemi Covid 19, banyak sekali wartawan dan keluarganya mengalami masalah secara ekonomi. Itu harus dibantu. PWI harus berbuat atau menyiapkan program untuk membantu anggotanya yang kurang beruntung itu.

Baca Juga  Update Corona di Riau 6 Maret: Tambah 68 Kasus Positif, 87 Sembuh, 4 Meninggal

Sementara B adalah bargaining power. PWI harus mempunyai daya tawar terhadap stakeholder dan mitra. Sedangkan A adalah Amanah.

”Semua pengurus PWI harus amanah. Dari PWI Pusat, PWI Provinsi sampai PWI Kabupaten/Kota harus taat PD, PRT, KEJ, dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) PWI,” sebutnya.

Terakhir, huruf T bermakna tempat silaturahmi, tempat edukasi wartawan, tempat melindungi profesi wartawan berkreasi, dan berinovasi, sekaligus sebagai tempat happy-happy atau bergembira ria.

”Mari kita jadikan PWI sebagai rumah besar wartawan untuk kita bersilaturahmi, mengedukasi, dan melindungi wartawan. Sekaligus tempat wartawan bergembira-ria di rumah besar dengan jumlah anggota terbanyak di NKRI ini,” tutup Zulmansyah. ***

News Feed