oleh

Pasokan Pangan dari Sumbar ke Riau Terganggu, Ini Penyebabnya

PADANG – Pembenahan irigasi menjadi salah satu program kerja utama Pemprov Sumbar pada tahun 2024 dan 2025.

Terlebih, pasca-rentetan bencana yang terjadi di sejumlah daerah, yang ikut merusak sejumlah jaringan irigasi yang menunjang aktivitas pertanian.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah saat menanggapi harapan masyarakat Nagari Tandikek Utara, dalam kegiatan peringatan Maulud (Maulid) Nabi Muhammad SAW 1445 H di Masjid Raya Pariaman Talang, Korong Paraman Talang, Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (19/6/2024).

Baca Juga  Ngeri! Riau Sumbang 628, Berikut Sebaran 6.327 Kasus Baru Corona di RI pada 7 Mei

“Rentetan bencana sejak Desember tahun 2023 lalu telah merusak banyak sarana irigasi kita,” katanya.

Padahal, menurut Gubernur, sarana ini sangat penting karena sumber perekonomian Sumbar bergerak di sektor pertanian.

“Tentu saja apa yang menjadi harapan warga di Tandikek Utara ini, akan kita tindak lanjuti bersama Pemerintah Kabupaten nantinya,” ucap Mahyeldi.

Baca Juga  Tambah 253, Kasus Corona di Riau per 28 Oktober Tembus 14.251

Kerusakan sarana irigasi di Sumbar, kata Mahyeldi, tidak hanya berdampak pada aktivitas pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan warga Sumbar. Namun juga berdampak besar pada pemenuhan kebutuhan pangan provinsi tetangga seperti Riau, yang selama ini bergantung pada hasil produk pertanian dari Sumbar.

“Kami juga telah berkoodinasi dengan Pemprov Riau dan Anggota DPR RI dari Riau terkait hal ini. Oleh karenanya, pembenahan saluran irigasi ini menjadi salah satu fokus kerja kita pada tahun ini dan tahun depan,” kata Mahyeldi didampingi oleh Kepala Dinas Dukcapil Sumbar, Besri Rahmat.***

News Feed