oleh

Konsumsi Masih Rendah Indonesia Pasok 10 Persen Ikan di Dunia

Ketua Departemen Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo menyampaikan bahwa tingkat konsumsi ikan rata-rata di Indonesia tahun lalu hanya 23 kilogram per orang per tahun. Ia membandingkan dengan Jepang yang konsumsi ikannya mencapai 110 kg per orang per tahun.

Baca Juga  Kunjungi Kamp Pengungsi Letusan Gunung Api Ruang, Deputi IV BNPB Sambangi Posko Induk

“Di negara maju, konsumsi seafood menjadi bagian penting dalam kehamilan dan kelahiran,” ungkap dia dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan, terlebih di masa pandemi Covid-19, di mana ikan memberikan nutrisi untuk mencegah serangan virus.

“Jika kita tidak menemukan ikan laut, ikan air tawar pun tidak apa-apa, meskipun kadar Omega 3-nya jauh lebih rendah dari ikan laut, apalagi ikan laut dalam. Ikan yang proteinnya paling tinggi adalah teri kering dan peda. Jadi tidak usah khawatir. Ikan murah bukan berarti gizinya jelek,” imbuhnya, dilansir dari jambione.com grup siberindo.co.

Pemerintah pun juga memiliki program untuk meningkatkan konsumsi ikan, yakni Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat dengan mengonsumsi ikan.

Baca Juga  Indonesia Produsen Biodiesel Terbesar di Dunia

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) pun melakukan upaya edukasi melalui workshop kepada generasi muda, termasuk para mahasiswa dan generasi milenial pada umumnya untuk gemar makan ikan. “Kami bertujuan untuk menyampaikan program Gemarikan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi ikan,” ungkap Direktur IKPM Kemenkominfo Septriana Tangkary. (*/cr1)

News Feed