oleh

Pidato Prabowo di PBB: Diplomasi Kebenaran yang Mengguncang Forum Dunia

JAKARTA – Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memecah kebekuan diplomasi.

Untuk pertama kalinya, seorang kepala negara dari Indonesia berbicara lugas soal Palestina—sembari menyinggung keamanan Israel—dalam forum global yang kerap menjadi ajang retorika semu.

Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, menyebut gaya Prabowo kali ini menandai perubahan arah diplomasi Indonesia.

“Ia tidak tampil dengan kalimat berliku. Kata-katanya sederhana, tapi punya bobot. Inilah diplomasi kebenaran yang berbicara apa adanya, berakar pada prinsip universal,” kata Harris di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Dalam pidato berdurasi lima menit itu, Prabowo mengutip Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, menegaskan bahwa kesetaraan manusia bukan sekadar jargon, melainkan prinsip yang harus diperjuangkan.

Baca Juga  4 Tahun Blok Rokan: CERI Sebut Kado Terburuk di HUT ke-68 Provinsi Riau

Harris menilai keberanian Prabowo menyuarakan keadilan bagi Palestina menjadi sorotan utama.

Namun, di saat yang sama, ia juga membuka ruang dialog dengan menyebut pentingnya menghormati keamanan Israel.

“Jarang sekali ada pemimpin yang bicara dengan keseimbangan seperti itu. Berpihak pada keadilan, tanpa menutup pintu diplomasi,” ujar Harris, yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum (IADIH).

Insiden Mikrofon yang Jadi Simbol

Momen pidato Prabowo sempat diwarnai insiden teknis: mikrofon otomatis mati setelah batas waktu lima menit.

Namun, bukannya terganggu, momen ini justru mempertegas kesan keteguhan.

“Meskipun dibatasi aturan, pesan kebenaran tetap menemukan jalannya. Itu simbol seorang pemimpin yang tidak gentar oleh hambatan,” kata Harris.

Baca Juga  Kepri Terbanyak, Riau 8: Ini Sebaran 291 Kasus Baru Corona di RI 17 Desember

Sorotan media internasional pun bermunculan.

Media Israel mengangkat penggunaan salam “Shalom” oleh Prabowo, sementara publik global menilai sikap Indonesia terhadap Palestina sebagai pernyataan berani, jauh dari retorika kosong.

Resonansi Global

Menurut Harris, pidato itu tidak hanya menggema di ruang sidang PBB, tetapi juga mengguncang percakapan geopolitik dunia.

Sejumlah pemimpin dunia menilai Prabowo menyampaikan sikap yang tegas sekaligus konstruktif.

Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memberikan pujian.

“Ia menilai gaya Prabowo lugas dan mampu merepresentasikan suara bangsa besar di hadapan dunia,” ujar Harris.

Apresiasi dari salah satu pemimpin negara adidaya, kata Harris, memperkuat citra Indonesia sebagai pemain global yang diperhitungkan.

Baca Juga  Perayaan Ekaristi untuk Umat Katolik TNI & Polri di Katedral Sintang

“Momentum ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan suara moral independen, di tengah rivalitas geopolitik yang kian tajam,” katanya.

Diplomasi Kebenaran

Bagi Harris, pidato di PBB kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan statement of intent.

Prabowo menampilkan wajah Indonesia yang percaya diri, menggabungkan moralitas universal dengan kepentingan nasional dan strategi diplomatik yang berimbang.

“Inilah diplomasi kebenaran. Bicara apa adanya, berdiri di atas prinsip, dan disampaikan dengan keyakinan,” ujar Harris menutup.

“Momentum ini menunjukkan Indonesia bukan sekadar peserta forum global, melainkan penentu arah percakapan dunia.” *

News Feed