oleh

Polda Riau Usut Kasus Video Call Sex Diduga Sekda Rohil, Begini Modus Operandi Pelaku

PEKANBARU – Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrmsus) Polda Riau akan tetap mengusut kasus video call sex (VCS) yang diduga dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir, Fauzi Efrizal, meski ia tidak melaporkan kasusnya.

Hal itu dibenarkan oleh Dirkrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi.

“Kemarin, pada Senin (25/3/2024) sekitar pukul 10.00 WIB, Sekda Rohil Fauzi Efrizal datang ke Ditreskrimsus Polda Riau untuk memberikan klarifikasi bahwa di video yang beredar itu bukan dia,” kata Kombes Nasriadi, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga  Update Corona di Riau 3 Februari: Tambah 104 Kasus Baru, 135 Sembuh, 1 Meninggal

Sehingga, lanjut Kombes Nasriadi, Fauzi Efrizal tidak perlu membuat laporan polisi.

“Yang bersangkutan tidak membuat laporan karena di video itu bukan dirinya. Beliau meminta kepada kita agar mengusut penyebaran video yang mengatasnamakan dirinya,” jelas mantan Dirkrimsus Polda Kepri ini.

Kombes Nasriadi menjelaskan, bahwa para pelaku ini menggunakan modus love sciming. Di mana pelaku melakukan blashting ke WhatsApp, Telegram, SMS, dan chat lainnya kepada siapapun penerimanya dengan sapaan halo, apakabar, dan lainnya.

Baca Juga  Tambah 563, Kasus Corona Riau Tembus 120 Ribu, Ini Sebarannya pada 24 Agustus

“Akun pelaku ini menggunakan foto profile wanita cantik dan seksi,” ungkap Kombes Nasriadi.

Selanjutnya, apabila para korbannya merespon, pelaku lalu mengirimkan beberapa foto seksinya sehingga korban tertarik.

“Kemudian pelaku menghubungi korban dan mengajak untuk video call, yang mana awalnya video call biasa setelah itu pelaku merayunya untuk video call sex. Setelah itu pelaku akan merekamnya lalu mengirimkan video hasil rekaman tersebut dengan nomor yang berbeda kepada korban sambil mengancam akan menyebarkan di media sosial,” sambungnya.

Baca Juga  Ngerrrih! BEM Unri Temukan Limbah B3 Chevron di Lahan Warga Sebangar Riau

Selanjutnya, korban yang merasa takut dan malu, kemudian diperas oleh pelaku dengan meminta sejumlah uang.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak merespon apabila menerima pesan dari orang yang tidak dikenal.”

”Jadi untuk Sekda Rohil ini, kita belum tau jelas modusnya seperti apa. Karena yang bersangkutan juga mengatakan itu bukan dirinya. Kemudian tidak ada laporan yang masuk. Untuk tindakan lanjutannya, Polda Riau kita akan mengusut siapa jaringan ini,” tutup Kombes Nasriadi. ***

News Feed