oleh

Ngeriiih! ‘Jab Maut’ Kartu Kredit Ahok, Merobohkan Kredibilitas Banyak Orang

PEKANBARU – Akhirnya, terbukti apa yang diomongkan Komisaris Utama PT Pertamina (Perserto) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal limit kartu kredit Rp30 miliar benar adanya, meski banyak pihak membantahnya.

‘’Sebab, hari ini beredar luas adanya nilai gabungan plafon kartu kredit seluruh Direksi Pertamina dengan anak usahanya bernilai Rp420 miliar. Sangat fantastis,’’ tegas Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, Senin (28/6/2021) di Pekanbaru.

Akibatnya, sebut Yusri, integritas Arya Sinulingga sebagai Staf Khusus Menteri BUMN, hancur setelah beredar luas plafon fasilitas kartu kredit direksi itu.

Beredarnya dokumen itu, kata Yusri, tak pelak juga ikut mempermalukan Tanri Abeng, mantan Komisaris Utama Pertamina, dan Dahlan Iskan mantan Menteri BUMN, serta Mantan Direktur Utama Pertamina era 2007-2008, Ari Soemarno.

Baca Juga  CERI Minta Mabes Polri Ikut Usut Pelaku Penembakan Wartawan di Simalungun

Sebagaimana dilansir cnbcindonesia.com pada 26 Juni 2021, Tanri Abeng mengaku tidak mengetahui pasti limit kartu kredit itu dan mengaku kartu kredit dipegang sekretarisnya. Tanri mengatakan kemungkinan nominalnya tak sampai Rp1 miliar, berkisar Rp300-Rp500 juta.

“Mereka tak paham, Ahok bukan orang bodoh. Tak mungkin dia berani bicara jika tidak mempunyai bukti kuat. Sayangnya, masih ada saja  yang menuding itu hanya pencitraan Ahok saja untuk menutup kinerja Pertamina,” ungkap Yusri.

“Saya berani katakan yang menuding gerakan Ahok pencitraan adalah, tipe manusia bodoh,” tegas Yusri lagi.

Meski tak kenal Ahok, kata Yusri, tapi ia tahu bahwa Ahok punya kemauan kuat dan berani mendobrak hal-hal yang tidak benar dalam proses bisnis di Pertamina. “Walau risiko dia tidak disukai dan dimusuhi banyak orang, tampaknya dia tidak peduli,” kata Yusri.

Baca Juga  PLN dan PLN Icon Plus Berkolaborasi Semarakkan Bhayangkara Riau Run 2024

Tetapi, lanjut Yusri, bagi yang punya akal sehat dan paham betul soal kondisi apa sesungguhnya yang terjadi terhadap proses bisnis Pertamina selama ini, pasti akan memberikan apresiasi kepada Ahok.

Informasi yang dia dapatkan, Ahok memang ingin membereskan banyak hal yang telah membelit proses bisnis di Pertamina, termasuk soal kontrak panjang LNG dan membereskan soal pembelian saham-saham blok Migas di luar negeri yang diduga bermasalah dan akan menjadi beban bagi keuangan Pertamina jangka panjang.

Baca Juga  CERI Gugat KLHK Jika Tidak Buka Hasil Audit Lingkungan Blok Rokan

‘’Dan dia juga mempermasalahkan pemilihan kontraktor EPC proyek RDMP Kilang Pertamina yang diduga juga amburadul,” kata Yusri.

Sehingga, lanjut Yusri, sempat keluar pernyataan Ahok jika balap mobil formula one, jangan pakai supir taxi, bisa tak sampai finish mobil itu jika bukan supir yang biasa bawa mobil formula one.

“Kira-kira begitu lah sindiran halus Ahok saat itu kepada Direksi PT Kilang Pertamina Internasional,” ungkap Yusri.

Sehingga, kata Yusri, harusnya Ahok ini didukung penuh dalam proses transformasi bisnis Pertamina agar lebih transparan dan sehat.

“Makanya, dia mencurigai adanya penyalahgunaan kartu kredit oleh oknum tertentu,” tutup Yusri. (nb)

News Feed