oleh

Bahaya! Itu Kata Pemprov Soal Semburan Gas di Tenayan Raya Riau

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan semburan gas bumi yang terjadi di kawasan Pondok Pesantren Al-Ihsan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (4/2) siang, cukup berbahaya.

Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Riau dan pihak EMP Bentu melakukan peninjauan ke lokasi semburan gas yang tidak jauh dari kantor Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya itu.

“Dari peninjauan ke lapangan, kita pastikan gas yang menyembur hingga belasan meter ke udara itu cukup berbahaya,” sebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Riau, Chairul Riski, kepada media siber ini.

Baca Juga  Kasus Dugaan Gaji THL, FPMPH Riau Minta Kejati dan BPK Usut dan Periksa Kasubag Umum dan Kasubag Keuangan PUPR Pekanbaru

Salah satu sebab disebut berbahaya, bebernya, karena semburan gas tersebut berjarak 180 meter dari pipa gas EMP Bentu. Sedang jarak antara semburan gas dan sumur gas EMP Bentu, sejauh satu kilometer.

Menurutnya, setelah tim tim melakukan pengukuran Lower Explosive Limit (LEL) dan H2S di lokasi semburan, gas tersebut cukup berbahaya. Pada jarak lima meter, ditemukan kandungan LEL 13 persen dan H2S 1ppm.

Baca Juga  Ngeri! Nelayan di Kuala Enok Riau Diserang Ular Piton 7 Meter

“Artinya, gas itu cukup berbahaya, potensi terbakar cukup tinggi, dan beracun. Petugas menginstruksikan agar mengevakuasi sementara warga pondok pesantren dan warga dilarang mendekat,” tegas Riski.

Untuk melihat perkembangan, pihak EMP Bentu terus memonitor LEL dan H2S setiap enam jam sekali. ‘’Petugas pun sudah melakukan pemasangan yellow line untuk batas aman.’’

Baca Juga  Urus Paspor Kini Bisa di Mal Surabaya Barat, Semakin Mudah

Seperti diberitakan, puluhan santri Pondok Pesantren Al-Ihsan Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, digegerkan dengan semburan gas bumi setinggi hampir 15 meter saat proses penggalian mencari sumber air di sana, Kamis (4/2/2021).

Khawatir dengan keselamatan penghuni Ponpes Al-Ihsan, pengurus memutuskan menghentikan semua aktivitas dan mengungsikan puluhan santri, karena kemungkinan gas ada mengandung racun. (zon/riausatu.com)

Baca: https://riau.siberindo.co/04/02/2021/ngeri-gas-menyembur-15-meter-di-tenayan-raya-riau-puluhan-santri-diungsikan/

 

News Feed