PEKANBARU – Menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau pada Desember 2021, Dewan Penyantun KONI Riau Arsyadianto Rachman “mewarning” politik uang dalam pemilihan Ketua Umum Periode 2022-2026.
‘’Persyaratan pencalonan Ketua Umum KONI Riau mengharuskan dukungan dari empat KONI Kabupaten dan Kota, dipastikan membuka celah politik uang dan berpotensi merusak organisasi serta pengembangan olahraga di Riau,’’ tegasnya, kepada media, Kamis (11/11/2021).
Menurutnya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI Riau tidak terdapat ketentuan mengharuskan dukungan dari 4 KONI Kabupaten/Kota. “Dari sini aja, sudah kelihatan jika syarat dukungan itu mengada-ada,” tukasnya.
Pria yang akrab dipanggil Anto Rachman itu mengatakan, ketentuan tersebut tidak memiliki landasan struktural yang berkaitan langsung dengan KONI Riau.
‘’KONI Kabupaten Kota adalah entitas sendiri yang bertanggungjawab kepada Bupati dan berperan mengkoordinasi pengurus cabor di tingkat kabupaten,’’ ulas Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Riau ini.
Sementara KONI Riau bertanggungjawab kepada Gubernur dan mengkoordinasi cabang olahraga (cabor) melalui Pengprov Cabor. Dan selanjutnya, Pengprov Cabor lah yang melakukan pembinaan atlit.
“Nah, dari Pengprov Cabor inilah dilakukan pembinaan atlet. Termasuk di dalamnya berkoordinasi dengan pengurus kabupaten dan kota, untuk selanjutnya didukung oleh KONI Provinsi,” sambungnya.
Tak hanya itu, sebut Anto Rachman, dalam konteks penganggaran KONI Riau didukung oleh anggaran Provinsi yang didasarkan kepada kebutuhan masing-masing Pengprov Cabor.
“Dengan demikian, nyaris tidak ada sangkut paut antara KONI Provinsi dan KONI Kabupaten Kota,” sebutnya.
Jadi, ujarnya, sangat aneh jika dalam pengajuan calon Ketua Umum KONI Riau diharuskan mendapatkan empat dukungan dari KONI Kabupaten/Kota.
“Bagi mereka yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan dunia olahraga di Riau tapi tak punya uang, tentunya tidak akan pernah punya kesempatan untuk memimpin KONI Riau,” sebutnya.
Terakhir dia mengingatkan, supaya Musprov KONI Riau berjalan lancar, maka ketentuan dukungan dari KONI Kabupaten dan Kota itu dihapuskan.
“Saya dan sejumlah besar cabor perlu mengingatkan hal ini, demi kebaikan KONI dan dunia olahraga di Riau. Tempatkanlah sesuatu pada tempatnya,” pungkas Anto Rachman. (nb)










