oleh

Perjalanan Umroh di Masa Pandemi Covid-19; Positif TBR

Oleh Andi Noviriyanti

SEKITAR pukul 03.30 dinihari waktu Mekah, pintu kamar diketuk. Saya yang usai shalat tahajud, membuka pintu kamar.

Dua orang perwakilan muasasah datang.

“Paspornya ada, Bu?,” ujar mereka.

“Ada… Sebentar saya ambil,” ujar saya, terus mengambil paspor dan menyerahkannya.

Pagi itu, saya pikir pemeriksaan paspor karena tanggal 8 November pagi kami dijadwalkan  bertolak ke Madinah.

“Di kamar ini ibu sendiri atau berdua?” tanya salah satu dari mereka.

“Berdua, tapi dia sedang mandi. Ntar saya tanya paspornya.”

Sambil melihat paspor, salah seorang berkata, “Nggak usah Bu, cukup ibu aja. Ibu yang Andi Noviriyanti kan yah?”

“Ya…,” jawab saya.

“Bu… kemas-kemas barangnya ya Bu. Semuanya. Ibu pindah kamar. Isolasi. Hasil PCR ibu belum keluar. Jadi kita isolasi dulu,” ujarnya.

“Taruh saja kopor ibu di depan pintu kamar. Nanti porter hotel yang ambil. Ibu kami tunggu di lobby,” lanjutnya.

Ayu Wulandari teman sekamar yang baru keluar dari kamar mandi, langsung saya beritahu. Untuk bantu berkemas-kemas.

Baca Juga  Masih Soal Fee Asuransi BRK, Catatan Helmi Burman

Mungkin karena proses seperti ini sudah ada sebelumnya, jadi tidak terlalu kaget. Saya langsung bergerak cepat untuk berkemas-kemas.

Tapi karena namanya barang di mana-mana, akhirnya membutuhkan waktu cukup lama untuk berkemas.

Pintu diketuk kembali. Akhirnya, bersama pihak masalah saya pindah kamar hotel ke tower sebelah. Tempat mereka yang diisolasi ditempatkan.

Dalam perjalanan, saya ngobrol sama pihak muasasah yang mengantar ke kamar. Kebetulan turunan Indonesia juga

“Kalau belum keluar hasil PCR, kenapa harus diisolasi,” tanyaku?

“Arab nggak mau nanggung risiko Bu. Jadi diisolasi aja dulu,” ujarnya.

Tidak puas dengan jawabannya, akhirnya bertanya ke Riani Rilanda, Direktur Marketing PT Arminareka Perdana yang mengurus rombongan.

“Pihak Muasasah bilang, ada TBR di Bu Andi. Jadi harus diisolasi dulu sampai hasil PCR keluar,” tulisnya.

Awalnya, saya menanyakan apa itu TBR kepada Riani. Ternyata, ia menyatakan juga tidak paham.

Akhirnya, saya menanyakan tentang TBR (To Be Reading) itu dengan kenalan seorang dokter  yang menangani kasus Covid-19. Namanya Dr Hakiki Boz, dokter penyakit dalam.

Baca Juga  Riau Turun Drastis, Ini Sebaran 5.353 Kasus Baru Corona di RI pada 3 Juni

Ia menjelaskan, TBR adalah nama teknik dari tes yang menunjukkan pembentukan antibodi pada mereka yang menderita Covid-19.

Dia menyebutkan ini tes awal sampai hasil swab keluar. Menurutnya, saya diisolasi sebagai tujuan untuk perlindungan.

Saya masih belum paham maksudnya. Sampai kemudian, saya menanyakan apakah ini semacam rapid test. Untuk mendeteksi antibodi IgM dan IgG.

“Ya itu…,” tulisnya.

Ia menyebutkan, jika IgM positif itu menandakan orang tersebut sedang sakit. Jika IgG positif, itu menandakan orang tersebut mengidap penyakit.

“Jika PCR Negatif dan IgM tidak positif, Anda tidak tertular,” jelasnya.

Perbedaan istilah TBR dan rapid test sempat membuat saya roaming. Tapi setelah tahu hal yang sama sekali baru ini, saya bisa memahami apa yang dimaksud TBR dan mengapa saya harus diisolasi. Ini sama dengan rapid test atau istilah di sini TBR.

Dari ferensi yang saya baca,  hasil rapid test tidak bisa memastikan apakah saya positif Corona atau tidak. Kalau hasil, tetap PCR yang lebih akurasi.

Baca Juga  Kontroversi HGU PT. TUM di Pulau Mendol Riau, Larangan Bekerja di Tanah Pribadi

Namun, karena di TBR terdeteksi maka antisipasi awal harus diisolasi untuk mencegah penyebaran virus.

Kalau dilihat riwayat perjalanan saya dari swab pertama setelah di Mekah kemudian umroh, rasanya hampir tidak ada terjadi kontak dengan yang lain. Apalagi, saya selalu memakai masker dan cukup menjaga jarak. Satu-satunya membuka masker adalah saat minum air zam-zam.

Rasanya, kondisi tubuh juga baik-baik saja. Indra penciuman pun masih normal, bisa membaui minyak kayu putih.

Semuanya normal dan saya di kamar isolasi lebih banyak tidur, baca Alquran, dan sekali-sekali searching internet dan aktif di media sosial tempat saya bekerja.

Jelang pukul 15.00, barulah hasil PCR saya keluar dan dinyatakan negatif. Beberapa orang yang juga TBR di hotel Hilton Suite, sore itu kembali ke kamar masing-masing. (bersambung)

Andi Noviriyanti
Redaktur Riausatu.com

News Feed