Pekanbaru, Siberindo.co – Gubernur Riau Syamsuar berjanji akan menyampaikan langsung penolakan buruh dan mahasiswa di Riau, terkait UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI pada 5 Oktober lalu.
“Saya akan surati langsung bapak presiden untuk menyampaikan penolakan buruh dan masiswa Riau ini. Ini adalah aspirasi masyarakat yang harus kita hargai,” ujar Gubri Syam, Senin (12/10).
Surat aspirasi penolakan buruh dan mahasiswa Riau yang ditulis oleh pemprov Riau tersebut diantaranya berbunyi “Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Provinsi Riau meneruskan aspirasi serikat pekerja/buru dan elemen mahasiswa di Provinsi Riau yang menyatakan menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan DPR”.
Surat tersebut dikirim di kertas resmi berlogo lambang pancasila dan ditandatangani serta bercap atas nama Gubernur Riau Syamsuar.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Riau, Chairul Riski saat dikonfirmasi menyatakan surat aspirasi tersebut segera disampaikan langsung ke Jakarta oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertran) Riau, Jonli.
Surat tersebut selain ditujukan ke Presiden, juga ditembuskan kepada DPR RI. “Surat ini segera diantar langsung oleh kadisnaker ke Jakarta, paling lambat lusa,” ujar Riski yang juga mantan Kepala Kesbangpol Riau ini.
Sementara itu aksi penolakan terhadap UU Ciptaker di Riau akan berlanjut Selasa besok. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bersama buruh kembali berunjukrasa di Kantor Gubernur Riau dan Gedung DPRD Riau Jln.Sudirman.(nin/iniriau.com)








